Ahad, 28 Oktober 2012

Jauhilah Kesenangan Dunia, Nescaya Dicintai Allah


Jauhilah Kesenangan Dunia, Nescaya Dicintai Allah

Dari Abu 'Abbas, Sahl bin Sa'ad As-Sa'idi"Seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam lalu berkata: 'Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu perbuatan yang jika aku mengerjakannya, maka aku dicintai Allah dan dicintai manusia'. Maka sabda beliau : 'Zuhudlah engkau pada dunia, pasti Allah mencintaimu dan zuhudlah engkau pada apa yang dicintai manusia, pasti manusia mencintaimu".

HR. Ibnu Majah, Hadits hasan

Penjelasan:
Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menganjurkan supaya menahan diri dari memperbanyak harta dunia dan bersikap zuhud.

Sabda beliau :

"Jadilah kamu di dunia ini laksana orang asing atau pengembara".

Sabda beliau pula :

"Cinta kepada dunia menjadi pangkal segala perbuatan dosa".

Sabda beliau ;

"Orang yang zuhud dari segala kesenangan dunia menjadikan hatinya nyaman di dunia dan di akhirat. Sedangkan orang yang mencintai dunia hatinya menjadi resah di dunia dan di akhirat".

Ketahuilah bahwa orang yang tinggal di dunia ini adalah tamu dan kekayaan yang di tangannya adalah pinjaman. Sedangkan tamu itu akan pergi dan barang pinjaman harus dikembalikan. Dunia ini bekal yang boleh digunakan oleh orang baik dan orang jahat. Dunia ini dibenci oleh orang yang mencintai Allah, tetapi dicintai oleh para penggemar dunia. Maka siapa yang bergabung bersama pecinta dunia, dia akan dibenci oleh pecinta Allah.

Beliau menasihatkan kepada penanya agar menjauhkan diri dari menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain. Jika seseorang ingin dicintai lalu meninggalkan kecintaannya kepada dunia, maka mereka tidak mau berebut dan bermusuhan hanya karena mengejar kesenangan dunia.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai cita-citanya, maka Allah akan menyatukan kemauannya, hatinya dijadikan merasa kaya dan dunia datang kepadanya dengan memaksa. Sedangkan barang siapa yang bercita-cita mendapatkan dunia, maka Allah menjadikan kemauannya berantakan, kemiskinan senantiasa membayang di pelupuk matanya, dan dunia hanya didapatnya sekadar apa yang telah ditaqdirkan baginya".

Orang yang beruntung yaitu orang yang memilih kenikmatan abadi daripada kehancuran yang ternyata adzabnya tiada habis-habisnya. 

Jalan Menuju Allah.-"Ihdi Nas sira tal MusTaqim"


Jalan Menuju Allah.-"Ihdi Nas sira tal MusTaqim"
Sifat-sifat Orang yang mendapat Amalan Batin -"Ihdi Nas sira tal Musyaqim."

Telah kita katakan bahwa kita mesti beribadah kepada Allah lahir dan batin. Ibadah lahir disebut syariat. Ibadah batin disebut hakikat. Orang yang sudah melaksanakan syariat akan terlihat oleh kita tandanya yaitu mengucap dua kalimah syahadah, shalat, puasa, zakat, haji, membaca Al Quran, selawat, zikrullah, menutup aurat, menuntut ilmu, bersilaturrahim dan cara hidup lainnya yang diperintahkan oleh Allah SWT dengan meninggalkan (tidak melakukan) segala sesuatu yang dilarang oleh Allah.

Begitu juga orang yang melakukan ibadah batin, terlihat juga tanda-tandanya. Tanda-tanda itu tidak dapat dilihat oleh mata lahir kita, sebab tersembunyi di dalam hati.

Hal itu hanya dapat dilihat oleh orang itu sendiri dengan merasakan gerak dan arah perjalanan hati kita. Hati yang sudah melakukan ibadah berbeda dengan hati yang masih durhaka.


Untuk mengetahui perbedaan itu supaya kita dapat mengenal hati kita, apakah sudah taat atau masih durhaka, saya akan tunjukkan tanda-tanda atau sifat-sifat hati yang tinggi kedudukannya, yang dimiliki oleh orang-orang yang melakukan ibadah batin.

1. SYARIATNYA KUAT

Orang yang kuat beribadah batin pasti akan kuat pula ibadah lahirnya (syariat). Tetapi perlu diingat bahwa orang yang kuat syariat lahir saja belum tentu kuat ibadah batinnya.

Hal itu disebabkan pada diri kita, hati (jasad batin) adalah pemimpin sedangkan anggota-anggota lain (jasad lahir) sebagai pekerja. Kita makan karena hati kita menyuruh kita makan. Kaki dan tangan pun bekerja untuk mencari makanan. Kita hendak ke masjid adalah karena amalan hati kita. Kaki kita hanya menurut saja. Tetapi kalau hati tidak mau pergi walau masjid di sebelah rumah pun, kaki tidak akan melangkah pergi.

Begitu besarnya kuasa dan peranan hati dalam menentukan corak hidup kita. Sebab itu kalau hati sudah baik, taat menghambakan diri pada Allah, hati akan mengarahkan semua anggota lahir untuk tunduk menyembah kepada Allah SWT. Semua perintah Allah akan ditaati tanpa tanya jawab lagi. Semua larangan Allah akan ditinggalkan tanpa ragu-ragu.

Firman Allah : Terjemahannya : Dan mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat." (Dan mereka berdoa), "Tuhan, kami mohon keampunanMu, dan kepadaMulah tempat kembali" (Al Baqarah : 285)

Shalat fardhunya baik, shalat sunat hajat dan lain-lain tidak ditinggalkan. Puasa sunat dianggap penting dan selalu dilakukan dengan senang hati. Membaca Al Quran, selawat, wirid, zikir, tahlil, tasbih dan tahmid dan lain-lain telah menjadi nyanyian rutin yang mengasyikkan. Berjuang untuk menyebarkan agama Allah terasa satu kewajiban yang mesti dilakukan sehingga tidak pernah jemu dan letih karena perjuangan.

Kuat berkorban harta, fikiran, waktu dan tenaga untuk membantu Islam dan umat Islam. Tidak bermewahan dengan rezeki pemberian Allah sekalipun halal dan hanya diambil sesuai keperluan saja. Kelebihannya diserahkan untuk jihad. Sebab itu rumahnya sederhana, pakaian, dan makan minum juga sederhana. Karena hatinya menyuruh tutup aurat maka ia akan melakukannya tanpa peduli apa yang dikatakan orang. Hatinya menyuruh berderma dan bersedekah maka ia akan melakukannya tanpa takut miskin dan bimbang pada hari depan. Hatinya menyuruh ia berjemaah sesama kaum muslimin maka ia pun ikut berjemaah tanpa ragu meninggalkan alam dan kawan di luar jemaah.

Karena hatinya menyuruh menghentikan pergaulan bebas maka ia akan berhenti tanpa takut kehilangan jodoh. Dan apa saja yang disuruh oleh hatinya, ia akan taat.

Hati yang taat dan takut pada Allah akan menyuruh kita mengikuti semua suruhan Allah. Tidak pernah terlintas dalam hati orang-orang soleh satu keinginan untuk durhaka pada Allah. Hatinya tidak pernah berencana untuk melakukan larangan Allah.

Sebab itu orang yang kuat ibadah batinnya, cukup kuat meninggalkan hal-hal yang haram, makruh dan syubhat. Tidak melakukan zina, tidak menipu, tidak minum arak, tidak berjudi, tidak mengambil pinjaman riba (bank) untuk membeli rumah atau mobil, tidak terlibat dengan suap, tidak berkhianat, tidak merokok, tidak mengumpat, tidak memfitnah, tidak bergaul bebas lelaki dan perempuan, tidak mubazir dan bermewah-mewah, tidak berfoya-foya, tidak terlibat dengan musik-musik haram, tidak bercintaan antara lelaki perempuan secara haram dan lain-lain.

Hati yang kuat dengan Allah akan melarang keras untuk terlibat dengan pekerjaan yang dikutuk oleh Allah. Hati yang sempurna ibadahnya akan menolak semua perkara yang dibenci Allah.

Tegasnya hanya hati kita yang bisa membetulkan diri kita dan hati juga yang bisa menjahanamkan kita. Kalau hati baik, tindakan kita akan baik. Dan kalau hati jahat, tindakan kita akan jahat juga.

Konsep 'hati baik' itu pun jangan disalah artikan. Jangan kita katakan, ''Tidak shalat pun tidak apa-apa, asalkan hati kita baik. Tidak menutup aurat pun tak apa, asal hati kita baik.''

Kalau kita katakan begitu, maka kita telah membuat dua kejahatan. Pertama kita telah berani membantah suruhan Allah karena shalat dan tutup aurat itu suruhan Allah. Kedua, kita menganggap hati kita baik, padahal hati kita masih durhaka pada Allah.

Hati yang tidak mau shalat atau tutup aurat itu adalah hati yang durhaka pada Allah. Hati yang baik adalah hati yang taat dan takut pada Allah. Bila hati taat maka kita akan mentaati seluruh perintah Allah. Bila hati kita baik kita akan kuat bersyariat.

2. MENDAPAT KEJERNIHAN ATAU KERINGANAN BATIN

Apabila seseorang hamba itu sudah mendapat kerohanian yang tinggi, hatinya (batinnya) akan menjadi suci dan ringan. Allah SWT berfirman :

Terjemahannya : Yaitu mereka yang memenuhi janji Allah dan tidak pula merusakkan perjanjian.(Ar Raad : 20)

Terjemahannya : Dan mereka menghubungi apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan (silaturrahim) dan mereka takut pada Tuhan mereka dan takut pada hisab yang buruk. (Ar Raad : 21)

Terjemahannya : Dan mereka juga bersabar dalam mencari keredhaan Tuhannya, mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan pada mereka secara sembunyi atau secara terang-terangan. Dan mereka menutupi kejahatan dengan kebaikan. Mereka itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).(Ar Raad : 22)

Terjemahannya : (Yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang soleh di kalangan bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedangkan malaikat-malaikat masuk menemui mereka di semua pintu masuk. (Ar Raad: 23)

Terjemahannya : (Sambil mengucapkan) "Salam sejahtera karena kesabaran kamu", maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (Ar Raad : 24)

Apabila ruh sudah suci dan ringan maka hati terasa ringan untuk mentaati Allah. Nafsu kita akan berubah dari nafsu yang rendah kepada nafsu mutmainnah. Di waktu itu kita akan senantiasa merasa kita adalah hamba Allah, ingin hidup sebagai hamba dan rela menerima apa saja qada dan qadar Allah tanpa mempertanyakan lagi atau resah gelisah.

Untuk lebih jelas akan saya paparkan sifat-sifat hati yang saya maksudkan:

1. Rasa malu kepada Allah karena senantiasa merasa diawasi oleh Allah SWT.
2. Rasa takut dan hebat pada Allah karena terasa diri selalu berada dalam kuasa Allah, sehingga Allah bisa berbuat apa saja seperti sakit, miskin, mati dan lain-lain.
3. Selalu merasa berdosa pada Allah, bukan hanya di depan manusia karena ada kesalahan tersembunyi yang tidak dapat diketahui seperti dosa-dosa hati. Sebab itu dia selalu menangis seorang diri, bukan di depan orang, karena takut dosanya tidak terampuni.
4. Tidak menunda-nunda urusan dengan Allah karena hati selalu merasa kedatangan maut itu bisa terjadi kapan saja.
5. Setiap kali membuat kesalahan yang kecil hatinya merasa takut dan terhina di depan Allah, sehingga cepat-cepat meminta ampun kepada Allah SWT.
6. Setiap kali selesai beramal, hati merasa itu adalah karunia Allah, bukan kemampuan dirinya. Dia tidak merasa bangga karena merasa amalannya tidak sempurna. Karena itu ia mengharapkan belas kasihan dari Allah agar menerima amalannya.
7. Kalau Allah menentukan satu peristiwa terjadi pada dirinya, hatinya akan redha dengan apa yang terjadi tanpa kesal dan keluh-kesah. Dia sadar dirinya yang rendah layak menerima apa pun takdir Allah.
8. Setiap kali melihat pemandangan alam yang indah, hati segera merasakan kebesaran Allah.
9. Kalau dia mendapat kejayaan atau nikmat, hatinya segera merasakan bahwa itu adalah pemberian dari Allah bukan kemampuan sendiri. Karena itu dia merasa takut pada Allah, karena menyalahgunakan atau kurang mensyukuri nikmat yang diperoleh.
10. Kalau dia menderita kemiskinan atau tidak memperoleh nikmat, hatinya terasa tentram karena dia merasa bebas dari tanggungjawab untuk menjaga amanah Allah.
11. Kalau mendapat musibah seperti sakit, hati bisa merasa tenang karena merasakan bahwa bencana (musibah) adalah kifaraf (balasan) dosanya. Dia merasa lebih baik dihukum di dunia daripada dihukum di akhirat. Penderitaan di dunia adalah pengampunan dosa di akhirat.
12. Bila mendapat pujian, hati merasa tidak senang sebab pujian itu tidak layak baginya dan bisa merusak rasa kehambaannya.
13. Kalau dikeji atau dihina orang, hatinya merasa kasihan pada orang yang menghinanya dan segera memaafkan orang itu tanpa diminta. Dia merasa bahwa dosanya telah menyebabkan dia dihukum seperti itu. Kalau tidak begitu dia tidak akan mendapat pahala dari penghinaan itu. Sebab itu dia tidak berniat sama sekali untuk membalas perbuatan orang itu.
14. Dia selalu berlapang dada berhadapan dengan aneka ragam manusia dan kesusahan yang manusia timpakan ke atasnya.
15. Dia tidak bangga dengan nikmat, tidak gelisah dengan musibah, tidak merasa tenang dengan pujian dan tidak menderita dengan cacian. Hatinya selalu merasa sebagai hamba yang serba kekurangan dan sangat memerlukan Allah SWT dalam setiap keadaan.
16. Kalau dia melihat atau mengetahui orang membuat maksiat, dia bersyukur pada Allah karena dirinya selamat dari maksiat. Sebab itu dia tidak menghina orang itu bahkan dia merasa kasihan, ingin menolong dengan memberi nasihat. Bahkan dia tidak menaruh sangka jahat pada orang itu. Dia menganggap kesalahan itu adalah karena tidak tahu, lupa ataupun tidak sengaja.
17. Ketika berhadapan dengan orang yang memarahinya, dia tidak ikut marah dan tidak melawan berdebat sekalipun dia benar.
18. Bila berhadapan dengan kepandaian orang lain, dia akan menerima ilmu atau kebenaran sekalipun dari seorang kanak-kanak. Kalau bermuzakarah dia tidak memperlihatkan bahwa dirinya pandai sehingga tidak merasa bangga diri Kalau ada yang memuji orang lain di hadapannya dia tidak sakit hati sebab dia faham bahwa kuasa hak Allah yang melebihkan dan mengurangkan nikmat pada hamba-hamba-Nya.
19. Kalau ada orang lain menyelesaikan kerjanya, dia tidak menggerutu sebab dia merasa dia dibantu.
20. Kalau dia digemari oleh banyak orang, dia tidak merasa bangga sebaliknya dia bimbang kalau hal itu membuat dirinya riya'.
21. Dia tidak makan seorang diri. Kalau memberi bantuan pada seseorang, tidak di hadapan orang lain.
22. Beramal dan betul-betul beribadah karena Allah bukan lagi karena Syurga atau Neraka.

Ahad, 26 Ogos 2012

KEMUSNAHAN TERHADAP ORANG-ORANG YANG MENINGGALKAN SEMBAHYANG


Sabda Rasulullah S.A.W. yang bermaksud :
“Sesiapa yang mempermudah-mudahkan sembahyang terutama sekali sembahyang lima waktu dan jama’ah, akibatnya Allah menurunkan kepadanya dua belas kesusahan sebagai akibat daripada kecuaiannya. Tiga perkara di dunia, tiga perkara di masa sakratulmaut, tiga perkara dalam kubur  dan tiga perkara lagi di hari Qiamat”.
Bermula tiga keburukkan di dunia :
1.   Allah menghapuskan berkat dalam kehidupan dan dalam pendapatan rezekinya.
2.   Allah mencabut daripadanya cahaya orang baik-baik(solihin).
3.   Dia menjadi kebencian dalam setiap hati orang mukmin.
Tiga tatkala hendak mati :
1.   Di cabut rohnya dalam keadaan dahaga walaupun diminum air sesungai.
2.   Tersangat susah & sakit waktu di cabut rohnya.
3.   Ditakuti mati tidak beriman(dipohon perlindungan kepada Allah daripada perkara tersebut).
Tiga di dalam kubur :
1.   Soal Munkar & Nankir dalam keadaan yang menyukarkan.
2.   Menambahkan gelap di dalam kubur.
3.   Di himpit kuburan hingga selisih tulang rusuk.
Dan tiga lagi di hari Qiamat :
1.   Dipayahkan hisab kira bicara amal dunia di hadapan Allah.
2.   Mendapat kemurkaan Allah.
3.   Dimasukkan ke dalam azab Allah.

Sabda Rasulullah S.A.W. yang bermaksud :
“Sesiapa yang menegahkan dirinya lima perkara, Allah menegahkan pula untuknya lima perkara .”
Iaitu :
1.   Siapa yang menegahkan dirinya daripada doa, tertegahlah padanya diterima doa.
2.   Siapa yang menegahkan dirinya daripada bersedekah, tertegahlah dirinya dari sejahtera.
3.   Siapa yang menegahkan dirinya daripada zakat, tertegahlah daripada pemeliharaan hartanya.
4.   Siapa yang menegahkan perbelanjaan keluarganya, Allah menghapuskan keberkatan dalam pencariannya.
5.   Siapa yang menegahkan dirinya daripada menghadiri solat jama’ah, Allah menegah daripadanya syahadah terakhir, iaitu dapat mengucap dua kalimah syahadah.

ADAKAH ANDA SUDAH CUKUP KUAT DAN BERANI


ORANG yang TIDAK menutup AURAT adalah MANUSIA yang PALING KUAT dan PALING BERANI.....
ORANG yang TIDAK menunaikan SOLAT adalah MANUSIA yang PALING KUAT dan PALING BERANI....
ORANG yang TIDAK mengerjakan PUASA adalah MANUSIA yang PALING KUAT dan BERANI....
ORANG yang TIDAK menghormati IBUBAPA adalah MANUSIA yang PALING KUAT dan BERANI.....

mereka KUAT kerana SANGAT tidak TAKUT PADA API NERAKA Allah!!!
mereka KUAT kerana SANGAT berani MELAWAN PERINTAH TUHANNYA!

TETAPI INGATLAH!!!!!

KEKUATAN MEREKA ADALAH KEKUATAN YANG PALING TIDAK BERGUNA DAN SANGAT SANGAT MERUGIKAN BUKAN DI DUNIA SAHAJA MALAH LEBIH PARAH DAN BINASA DI AKHIRAT SANA !!

ADAKAH ANDA SUDAH CUKUP KUAT DAN BERANI??????.

DOSA BERHIAS


Bismillahirrahmanirrahim….
Tertarik dengan satu sesi perbincangan bersama ustaz Haslin, Heliza dan editor majalah An Nur tentang tajuk:BERTUDUNG, TAPI SEKSI.. 
Inilah reality sekarang. Ini kerana imej bertudung kini tidak lagi disesuaikan dengan baju kurung atau jubah, tetapi ia telah diubah suai mengikut peredaran zaman. Mungkinkah ini agenda Yahudi kuffar yang ingin melihat kehancuran umat Islam? Teringat video ‘The Arrival’ siri 46, salah satu taktik mereka untuk memusnahkan cara hidup umat Islam ialah melalui ‘sex’. Umat Islam hari ini disajikan dengan pelbagai konsert Hollywood yang membahayakan iman, majalah lucah yang berlambak di pasaran, budaya mengagungkan artis, fesyen yang terpesong dari syari’at Islam dan banyak lagi agenda jahat mereka. Tanpa sedar, sedikit sebanyak ia telah berjaya mempengaruhi jiwa pemuda pemudi Islam hari ini. Lihatlah cara hidup kebanyakan kaum hawa hari ini, terlalu ramai yang tidak bertudung dan ada yang bertudung, tapi berpakaian ketat, nipis dan terbuka.. Inilah yang menjadi topik perbincangan di WHI tadi. Kebanyakan alasan yang digunakan untuk membenarkan perkara ini iaitu BERTUDUNG TAPI BERFESYEN KETAT, NIPIS dan TERBUKA ialah
  1. Dosa kecil je kalau sekadar ketat sedikit pun. Kami kan dah bertudung
  2. Lambang kemodenan (up to date)
  3. Setaraf dengan wanita lain agar tidak dipandang ‘lain’ oleh mereka
  4. Jalan cepat bertemu jodoh
Moga kita semua diberi hidayah taufiq untuk terus mengamalkan Islam dalam SELURUH KEHIDUPAN seharian kita sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Wahai orang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara sempurna”. Jadi, saya terfikir untuk berkongsi ilmu yang saya dapat hasil daripada pembacaan buku TABARRUJ DOSA BERHIAS. BAGAIMANA MENGENALINYA DAN MENGHINDARINYA, karya Hj Mohd Hanif Hj Ismail lulusan B.A (Hons) Al-Azhar. Sungguh, saya akui mutiara ilmu daripada buku ini amat bermakna dalam memberi keyakinan untuk terus istiqomah dengan pemakaian muslimah dan Alhamdulillah, setakat ini 4 orang sahabat yang mana selama ini ragu untuk berubah ke arah yang lebih baik TELAH BERJAYA MENDAPAT KEYAKINAN melalui hujah dan jawapan yang diberikan dalam buku ini kerana kesemua hujahnya bersandarkan Al Quran dan as Sunnah. Segala puji bagi Allah dan semoga Allah limpahkan rahmat kepada Ust Hj Mohd Hanif serta hasil tulisan ini mampu sedikit sebanyak membetulkan gaya hidup dan identiti muslimah kini supaya tidak tersasar dari landasan syara’.

APA ITU TABARRUJ ??
Menurut Imam Bukhari: Tabarruj ialah mempertontonkan seorang wanita akan kecantikannya kepada lelaki yang bukan mahram. Jadi, dapatlah disimpulkan bahawa konsep tabarruj ini melibatkan segala benda yg bertujuan utk perhiasan. Al- Qurtubi telah menafsirkan bahawa perhiasan itu terbahagi pada 2 iaitu perhiasan semula jadi dan perhiasan buatan. Perhiasan semula jadi  adalah kecantikan wajah dan keindahan tubuh yg tercipta sejak lahir lagi manakala perhiasan buatan pula ialah alat2 yg dipakai oleh wanita utk menambahkan lagi kecantikan dirinya. 

APAKAH TABARRUJ DIBOLEHKAN DALAM ISLAM ??
 Firman Allah Ta'ala: “Janganlah mereka (wanita) memperlihatkan perhiasan tubuh”. Oleh sebab itu, Allah s.w.t telah mewajibkan kaum wanita menutup aurat supaya dia tidak mendedahkan perhiasannya. Namun realiti hari ini, terdapat pelbagai fesyen tudung yang mana tidak selari dengan tuntutan syari’at. Pernah sekali saya menonton rancangan busana muslimah. Programnya bercirikan Islam, namun gaya penampilannya tidak berlandaskan syariat yg telah ditetapkan. Allah memerintahkan supaya melabuhkan tudung hingga ke dada, namun apa yg diketengahkan melalui  rancangan ini berlawanan terus dgn saranan Allah. Tudung di bahagian depan disingkatkan manakala di sebelah belakang labuh sehingga ke punggung. Masya Allah, betapa umat Islam hari ini makin terpesong dek arus kemodenan sehingga menjadikan tudung itu sebagai perhiasan kepada org yg melihat. Ia jelas berlawanan dengan suruhan Allah iaitu tudung itu sebagai mekanisme utk menutup perhiasannya atau fitnahnya

'STRICT'NYA ISLAM. NAK BERHIAS SIKIT PUN X BOLEH KE?
Tidaklah salah untuk kita berhias kerana Allah itu cantik dan  Allah sukakan kecantikan, tapi berhiaslah sekadarnya dan apa yg penting, memenuhi tuntutan syariat .Berpakaianlah mengikut lunas2 Islam. Allah telah memberikan anak Adam 3 kategori pakaian sebagaimana dalam surah Al A'raf: 25.

“Wahai anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu pakaian yang menutup aurat kamu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian yang disandarkan pada taqwa itulah yang sebaik-baiknya. Demikian itu adalah limpah kurnia dari Allah mudah-mudahan mereka mengenangnya” (Al-A’raf:25)

Dalam ayat di atas, 3 kategori pakaian ialah:
1) Pakaian yang  menutup aurat, yang malu apabila dilihat orang.
2) Pakaian indah yang menutup aurat dan sebagai penghias badan
3) Pakai taqwa: Pakaian jenis 1 dan 2, ditambah juga sebagai penghias rohani. Memenuhi semua syarat menutup aurat: 

         o Menutup seluruh badan kecuali muka dan tapak tangan
         o Tidak nipis dan terlalu jarang
         o Tidak ketat dan longgar
         o Tidak menyerupai kaum lelaki dan begitu juga sebaliknya

Namun realiti muslimah kini, ramai yg menyokong dan mengamalkan tabarruj ini. Lihatlah fesyen hari ini, ramai yang bertudung, tapi dipakai dengan baju yang ketat dan nipis hingga menampakkan bentuk badan. Ramai yang bertudung, tapi dililit ke atas hingga menampakkan dada. Ia jelas bertentangan dengan suruhan Allah dalam surah An Nur ayat 31: "Dan katakanlah pada perempuan beriman agar melabuhkan tudung ke dadanya...". Ramai yang bertudung, tapi tudung terlalu nipis hingga menampakkan rambut. Ramai yang bertudung, tapi perhiasan terlalu banyak hingga menarik perhatian orang ramai. Inilah realiti hari ini. Mereka sering berhujah dengan pelbagai alasan untuk mengahalalkan tabarruj ini, sehingga terkadang kita sering tertipu dengan retorik yang diada-adakan oleh mereka. Namun Alhamdulillah, buku ini akan menjawab segala alasan golongan yg menyokong dan mengamalkan tabarruj ini. 

ALASAN 1: Tabarruj adalah dosa kecil, tak pe je..
Kebanyakan golongan wanita terpelajar yg lalai ini hanya mengenal zahir kehidupan dunia sahaja dan mereka terlupa akan kehidupan abadi di akhirat kelak. Oleh itu, mereka melihat dosa besar sebagai dosa kecil dan kuantiti mega kebajikan yg dilakukannya dpt melenyapkan dosa2 kecil mereka ini. Lagipun, Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Mereka menggunakan dalil nakli dalam surah al-Furqan:70 yg bermaksud: “kecuali orang yg bertaubat dan beriman serta mengerjakan amal baik. Maka orang itu, Allah akan menggantikan (pada tempat) kejahatan mereka dengan kebaikan dan adalah sesungguhnya bahawa Allah Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani".

Tetapi, mereka perlu ingat bahawa dosa kecil jika dilakukan secara berterusan akan menjadi dosa besar, bak kata pepatah “sikit2 lama2 jadi bukit”. Renunglah hadis Nabi ini: “Seorang mukmin melihat dosanya seperti bukit di atas (kepalanya) yang dibimbangi akan jatuh ke atasnya. Manakala orang munafiq melihat dosanya seperti lalat yang hinggap di muknya, maka dihalaunya lalat itu”. 

Adakah kita memilih untuk menjadi seorang munafiq berbanding seorang mukmin sebagaimana hadis Nabi tadi? Dan satu lagi, INGATLAH, sesungguhnya KEBAIKAN ITU DAPAT MENGHAPUSKAN KEJAHATAN JIKA DISERTAI dengan  PENYESALAN dan TAUBAT. Adapun jika berterusan dalam kejahatan, maka jadilah sebaliknya. Kejahatan itu yang akan menghapuskan kebaikan. Firman Allah: “Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kamu kepada Allah dan Rasul dan janganlah kamu batalkan amal-amal kamu

ALASAN KE-2: Tabarruj adalah lambang kemodenan, up-to-date
Pasti ramai di kalangan perempuan yang bertudung labuh pernah melalui pengalaman diejek kawan2 sendiri kerana dianggap tidak up-to-date. Kita yg masih muda ini dipanggil mak cik, ustazah sehingga kadang2 terasa malu dan rendah diri apabila berkumpul bersama kerana imej kita yg tidak selari dgn tuntutan tamadun moden kini.

Tapi, janganlah bersedih wahai wanita beriman kerana Allah Ta'ala telah berfirman: Janganlah kamu berasa hina dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamu orang yang paling tinggi darjatnya jika kamu orang beriman” (Al-Imran:139). Wanita yg melakukan tabarruj ini menunjukkan bahawa dirinya adalah wanita yg jahil tentang agama. Zahir sahaja mengenal Penciptanya, tetapi masih berterusan dalam melakukan maksiat, berterusan di atas landasan kejahilan tentang Islam.

 Sangat aneh apabila Barat yg begitu masyhur amat menitik beratkan agar barang2 berjenama dibalut dan dibungkus rapi agar terpelihara dan tidak cepat rosak. Tetapi hal yang sama tidak berlaku terhadap benda bernyawa yg bergelar PEREMPUAN. Malah, merek menuntut agar wanita mendedahkan tubuh dan perhiasan mereka sebagai tatapan ramai untuk iklan dan melariskan jualan. Jelas terbukti bahawa Barat telah meletakkan maruah kaum wanita di bawah paras harga dan nilai barangan2 biasa di kedai. Kalau kaum wanita sudah terhina maruahnya sebegitu rupa, mengapa wanita muslimah masih berlumba- lumba meniru cara hidup mereka yang terhina itu? Kesimpulannya, tabarruj bukanlah lambang kemodenan kerana KEMODENAN SEBENAR DI SISI ALLAH  ialah KEMODENAN YANG MEMBAWA RAHMAT BAGI SEKELIAN ALAM.

ALASAN KE-3: Tabarruj meletakkan diri seseorang wanita setaraf dengan kebanyakan wanita lain supaya terselamat dari penghinaan dan cercaan
 "Islam bermula dengan dagang (asing) dan berakhir dengan dagang. Maka beruntunglah orang yang dagang". Hakikat hari ini, TERLALU SEDIKIT bilangan muslimah yang benar2 berpakaian menutup aurat menurut kehendak syari'at, sehingga sering saja mereka berasa tersisih dari dunia ramai kerana rata2 perempuan kini berpakaian sekadar menutup apa yang patut sahaja. 

Tapi fikirkan: Jika wanita jahil menghina hukum Allah, mengapa wanita Islam harus mengikut mereka? Jika mereka akan dicampakkan ke dalam jurang neraka, mengapa wanita muslimah masih beria-ia mengikut jejak mereka? Sabda Nabi: “Sesiapa yang menyerupai kaum tertentu, maka dia termasuk dalam kaum itu”. Menghairankan sekali, KENAPA WANITA MUSLIMAH KINI TIDAK MALU MENONJOLKAN IDENTITI FASIQ, TETAPI MALU UNTUK MENONJOLKAN IDENTITI TAQWA DAN IMAN DENGAN BERPAKAIAN MENURUT SYARI'AT. Adakah mereka sanggup menggantikan perkara baik demi perkara maksiat semata-mata kerana takut dengan pandangan tidak puas hati dan cercaan ahli fasiq dan maksiat ini? Lalu mengutamakan redha mereka daripada redha Allah Ta'ala?

Fikir secara logiknya, adakah mereka ingin minum arak supaya orang mabuk tidak mengeji mereka? Adakah mereka akan berzina supaya pelaku zina tidak perlekehkan mereka? Ketahuilah, sesungguhnya wanita2 pengikut fesyen dan trend moden ini sanggup memperlekehkan muslimah2 sejati yang menjadikan isteri2 Nabi Muhammad s.a.w sebagai ikutan. Masya-Allah, adakah dunia kini sudah mencapai tahap kejahilan di mana tahap kebatilan mentertawakan kebijaksanaan, kefasiqan mentertawakan ketaqwaan? Ingat, jika hari ini wanita murahan ini memandang rendah dan mentertawakan muslimah sejati yg mereka anggap sebagai kuno dan lapuk, akan datang suatu hati nanti, muslimah sejati ini pula yang akan mentertawakan wanita murahan ini sebagaimana janji Allah dlm surah Al-Mutoffifin:29-36:“Sesungguhnya, orang yang derhaka, mereka selalu mentertawakan orang beriman. Dan apabila orang beriman lalu dekat mereka, mereka mengerling dan mencemuhnya……Maka pada hari ini, orang beriman pula mentertawakan orang (derhaka) itu

ALASAN KE-4: Tabarruj adalah jalan untuk percepatkan perkahwinan bagi perempuan
 Jika kita lihat senario kini, ramai muslimah yang telah mengubah identiti mereka dari bertudung litup kepada tudung yg pelbagai fesyen kini kerana bimbang diri mereka yg belum disunting lagi untuk mengakhiri zaman bujangnya. Lantas, mereka merendahkan sedikit demi sedikit martabat maruah mereka hanya kerana untuk mencuri perhatian mana2 pemuda. Wanita muslimah ini tidak menyedari bahawa pemuda yang bakal menyuntingnya nanti tidak mencari hati yang bertaqwa demi kebahagiaan yang kekal. Maka, dia tidak akan menjadi suami yang soleh. Kesimpulannya, tabarruj mungkin percepatkan perkahwinan, tetapi yang lebih bahaya, ia turut percepatkan penceraian.

Maka, hendaklah wanita muslimah berhati-hati terhadap murka Allah. Janganlah berterusan mengikut hawa nafsu kerana dipermainkan oleh syaitan yang memperelokkan amalan buruk sehingga menampakkan ia hanyalah dosa kecil  dan menyebabkan mereka melihat perkara haram sebagai halal. Na'uzubillah min zaalik. Semoga kita semua dapat istiqomah di atas jalan yang benar dan menjadi mukminat solehah kerana mukminat solehah itu lebih cantik daripada bidadari syurga.


p/s:  Jika hendak mantap lagi, kajilah keperluan menutup aurat menurut kajian saintifik.
 SETIAP PERINTAH ALLAH PASTI BAWA RAHMAT DAN KEBAIKAN PADA UMATNYA, sama ada perintah itu BERAT atau RINGAN. Mohon agar Allah kurniakan kekuatan dan kesabaran untuk istiqomah dengan cara hidup Islam sebenar.

Segala yang baik ini daripada Allah Ta’ala dan segala yang buruk itu dari kelemahan diri sendiri. Semoga usaha yang sedikit ini mampu menjadi bekal amal soleh untuk bertemu dengan Allah suatu hari nanti. Siiru ‘ala barakatillah..

MUTIARA BERHARGA: TABARRUJ DOSA BERHIAS. Bagaimana mengenali & menghindarinya. 105 pg
Sumber : Peanutjambu.Blogspot

ANGAN ANGAN MEREKA YANG TELAH TIADA .

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Angan-angan mereka yang telah mati ialah kembali ke dunia meski sejenak untuk menjadi orang shalih. Mereka ingin taat kepada Allah, dan memperbaiki segala kerusakan yang dahulu mereka perbuat. Mereka ingin berdzikir kepada Allah, bertasbih, atau bertahlil walau sekali saja. Namun mereka tidak lagi diijinkan untuk itu. Kematian serta-merta memupuskan segala angan-angan tersebut. Allah ta’ala berfirman mengenai mereka

>حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (٩٩)لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (١٠٠)

“Hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata, “Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku beramal shalih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (Qs Al Mukminun: 99-100)

Begitulah kondisi orang mati, mereka telah melihat akhirat dengan mata kepala mereka. Mereka tahu pasti apa yang telah mereka perbuat dan apa yang mereka terima. Dahulu mereka demikian mudah menyia-nyiakan waktu yang amat berharga untuk hal-hal yang tidak bermanfaat bagi akhirat mereka. Kini mereka sadar bahwa detik-detik dan menit-menit yang hilang tersebut sungguh tidak ternilai harganya.

Dahulu, kesempatan itu ada di depan mata, namun tidak mereka manfaatkan. Sekarang, mereka siap menebus kesempatan itu berapapun harganya! Sungguh tak terbayang alangkah ruginya dan alangkah besarnya penyesalan mereka..

Memang, saat manusia paling lalai terhadap nikmat Allah ialah ketika ia bergelimang di dalamnya. Ia tidak menyadari betapa besarnya kenikmatan tersebut, kecuali setelah kenikmatan itu tercabut darinya. Sebab itu, kita yang masih hidup sungguh berada dalam kenikmatan yang besar. Karenanya, jangan kita biarkan semenit pun berlalu tanpa ibadah walau sekedar mengucapkan tasbih, tahmid, takbir dan tahlil.

Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Ada dua orang Arab badui datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Salah satunya bertanya kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Hai Muhammad, siapakah lelaki yang terbaik?’ ‘Yang panjang umurnya dan baik amalnya.’ jawab Rasulullah. Kemudian yang satu lagi bertanya, ‘Sesungguhnya ajaran Islam terlampau banyak bagi kami, lalu adakah amalan yang mencakup banyak kebaikan yang dapat kami tekuni?’ ‘Usahakan agar lisanmu selalu basah dengan dzikrullah’, jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Ahmad dengan sanad shahih)

Tidakkah pembaca tahu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh kita untuk memuji Allah saat bangun tidur, karena Dia telah menghidupkan kita setelah mati, dan mengijinkan kita untuk kembali mengingat-Nya? Benar, tidur memang identik dengan kematian. Saat tidur, manusia berhenti dari segala aktivitasnya dan acuh akan apa yang terjadi di sekelilingnya. Alangkah miripnya ia dengan orang mati, andai saja Allah tidak mengembalikan ruhnya.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِذَا اسْتَيْقَظَ فَلْيَقُلْ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي فِي جَسَدِي وَرَدَّ عَلَيَّ رُوحِي وَأَذِنَ لِي بِذِكْرِهِ

“Jika seorang terbangun hendaklah mengucapkan AL HAMDULILLAAHILLADZII ‘AAFAANII FII JASADII WA RADDA ‘ALAYYA RUUHII WA ADZINA LII BIDZIKRIHI. (Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku tubuhku, dan mengembalikan nyawa kepadaku, serta mengizinkanku untuk berdzikir kepadaNya).” (HR. Tirmidzi)

Sekarang kita masih mengenyam nikmatnya hidup, kita masih bisa menambah pahala dan menghapus dosa. Ingatlah bahwa suatu saat Anda akan tutup usia, dan semuanya menjadi angan-angan. Oleh karena itu, marilah kita wujudkan angan-angan itu mulai sekarang!

Ibrahim bin Yazid al-Abdi mengatakan, “Suatu ketika Riyah al Qaisy mendatangiku seraya berkata, ‘Hai Abu Ishaq –julukan Ibrahim-, ayo ikut bersamaku menemui penghuni akhirat dan marilah kita mengikat janji setia di samping mereka.” Lalu aku pun pergi bersamanya ke sebuah pemakaman. Kami duduk di samping salah satu kuburan di sama, kemudian Riyah berkata,

“Hai Abu Ishaq, kira-kira apakah yang diangankan oleh mayit ini jika ia diminta berangan-angan?”

“Demi Allah, ia pasti ingin dikembalikan ke dunia agar bisa taat kepada Allah dan memperbaiki amalnya,” jawabku.

“Nah, kita sekarang berada di dunia. Karenanya, marilah kita taat kepada Allah dan memperbaiki amal kita,” sahut Riyah.

Maka Riyah bangkit meninggalkan kuburan tersebut dan mulai bersungguh-sungguh dalam beribadah. Ternyata tak lama berselang, ia dipanggil menghadap Allah, semoga Allah merahmatinya.

Saudaraku, jika Anda menziarahi pemakaman, carilah kuburan kosong dan duduklah di sampingnya. Perhatikan liang kubur yang sempit itu, dan bayangkan kalau Anda berada di sana ketika papan-papan kayu menutup tubuh Anda, lalu bongkahan tanah menimbun, kemudian sanak keluarga dan handai taulan pergi satu persatu. Anda terbaring sendirian dalam keheningan dan kegelapannya, tak ada teman di sana, dan tak ada yang Anda lihat selain amal Anda. Kiranya apa yang Anda damba-dambakan di saat menegangkan tersebut??

Bukankan Anda ingin kembali ke dunia supaya beramal shalih? Supaya shalat walau satu rakaat? Atau bertasbih dan berdzikir meski sekali?

Nah, sekaranglah waktunya…!!

Ibrahin At Taimi mengatakan, “Aku membayangkan tatkala diriku dicampakkan ke neraka, Lalu kumakan buah Zaqqum dan kuminum nanah, sedang tubuhku terkait dengan rantai dan belenggu. Saat itu kutanya diriku, “Apa yang kamu dambakan sekarang?” maka jawabnya, “Aku ingin kembali ke dunia dan beramal shalih,” maka aku berkata, “Engkau sedang berada dalam angan-anganmu sekarang, maka beramallah!” (Lihat Umniyat al Mauta)

Saudaraku, tatkala Anda ziarah kubur atau mengiring jenazah, janganlah menjadi orang yang lalai. Jangan sibukkan diri Anda dengan mengobrol, namun ingatlah angan-angan mereka yang terkubur di sekeliling Anda, merekalah orang-orang yang kini tertawan oleh amal perbuatan mereka.

Jika hawa nafsu mengajak Anda bermaksiat, ingatlah angan-angan mereka yang tiada. Mereka ingin dihidupkan lagi untuk taat kepada Allah, lalu mengapa Anda justru bermaksiat?

Jika Anda merasa lesu untuk beramal, ingatlah angan-angan mereka yang tiada…

Konon ar Rabi’ bin Khutsaim menggali kuburan di halaman rumahnya. Jika dia merasa hatinya mulai keras, ia letakkan belenggu di lehernya lalu berbaring dalam kuburan tersebut selama beberapa waktu, kemudian berteriak, “Ya Rabbi, kembalikan aku ke dunia agar aku beramal shalih!!” sembari mengulang-ulangnya. Setelah itu ia bangun dan berkata kepada dirinya, “Hai Rabi’, kini permintaanmu telah terkabul, maka beramallah sebelum tiba saat engkau meminta namun tak dijawab.” (Lihat Ihya’ Ulumuddin)
Wallahu Ta’ala A’lamu bish showwab
Barakallahu fiikum wa jazakumullah khairan khatsir,,

Hukum Membaca Talqin


Amalan membaca talqin setelah mayat dikebumikan adalah satu amalan yang diterima sebagai sunnat atau mustahab dalam mazhab Syafi'i. Dan amalan ini telah diamalkan oleh umat Islam di Nusantara ini sejak awal kemasukan Islam lagi, tanpa ada yang mempertikaikannya atau menolaknya. Maka kenapa kini amalan sebegini dijadikan sasaran untuk menghukum orang lain sebagai pelaku bid'ah yang tidak mengikuti sunnah? Jika pun tidak mahu bertalqin, maka sewajarnya berlapang dadalah kerana ianya termasuk dalam bab khilafiyyah pada furu', di mana dalam mazhab Syafi'i ianya adalah sesuatu yang dihukumkan sebagai sunnat atau mustahab. Imam an-Nawawi rhm. menulis dalam kitab "Raudhatuth Tholibiin" seperti berikut:-
... Dan mustahab hukumnya mentalqinkan mayyit setelah dikebumi. Maka dikatakan: "Wahai hamba Allah anak hamba perempuan Allah, ingatlah dengan apa yang atasnya engkau keluar meninggalkan dunia, iaitu penyaksian bahawa tiada tuhan selain Allah dan bahawasanya Nabi Muhammad pesuruh Allah. Sesungguhnya syurga itu benar, neraka itu benar, kebangkitan itu benar, hari kiamat pasti datang tanpa keraguan, dan Allah akan membangkitkan sesiapa sahaja dari kubur. Sesungguhnya engkau telah redha Allah sebagai Rab, Islam sebagai agama dan Nabi Muhammad s.a.w. sebagai nabi, al-Quran sebagai panutan, ka'bah sebagai qiblat dan kaum mukminin sebagai saudara". Telah warid dengannya hadits Junjungan Nabi s.a.w.

Selanjutnya Imam an-Nawawi meneruskan lagi:-
Inilah talqin yang dihukumkan mustahab oleh perhimpunan daripada sahabat kami (yakni para ulama asy-Syafi'iyyah), antara mereka adalah al-Qadhi Husain, Shohibut Tatimmah, Syaikh Nashr al-Maqdisi dalam kitabnya "at-Tahdzib" dan selain mereka. Qadhi Husain telah menukilkan bahawa secara mutlak di sisi ulama Syafi'i, membaca talqin ini adalah mustahab . Dan adapun hadits yang datang mengenai hukum talqin ini adalah dhoif, akan tetapi hadits-hadits (dhoif) berkaitan keutamaan (fadhoil) adalah tidak mengapa untuk diamalkan di sisi ahli ilmu daripada kalangan muhadditsin dan selain mereka. Dan telah diperkukuhkan hadits mengenai talqin ini dengan kesaksian beberapa hadits yang shohih, seperti hadits : 

"Mohonlah kepada Allah baginya (yakni bagi si mati) akan ketetapan (yakni ketetapan dalam menjawab fitnah kubur),"

dan wasiat Sayyidina 'Amr bin al-'Aash:
"Berdirilah kamu di sisi kuburku (walaupun hanya) selama kadar menyembelih seekor sembelihan dan membahagi-bahagi dagingnya, sehingga aku dapat merasakan ketenangan dengan kalian dan aku mengetahui dengan apa akan aku kembalikan utusan-utusan Tuhanku (yakni Munkar dan Nakir)", sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shohihnya. Sentiasalah penduduk Kota Syam beramal dengan amalan talqin ini sejak zaman permulaan Islam lagi, iaitu zaman di mana orang-orangnya dijadikan ikutan.


Maka berkata para sahabat kami (yakni ulama Syafi'i): " Dan duduklah orang yang membaca talqin itu di sisi kepala kuburan si mati, dan adapun anak kecil yang belum baligh dan seumpamanya, maka tidaklah ditalqinkan."

Oleh itu, janganlah memandang remeh urusan talqin mayyit setelah dikubur. Ianya adalah amalan yang punya dalil dan asas dalam Mazhab Syafi'i. Bukan hanya kita di Malaysia yang bertalqin zaman berzaman, Imam an-Nawawi rahimahullah telah menyatakan bahawa umat Islam di Kota Syam turut mengamalkannya sejak dahulu lagi. Jauhilah sikap mempersenda-sendakan amalan orang lain, apatah lagi jika ianya yang punya dasar, dan diamalkan oleh para ulama dan awliya'. Negeri Sembilan Darul Khusus adalah negeri yang telah mewartakan fatwa berhubung talqin. Di mana dalam Warta Kerajaan Jil. 50 No. 19 bertarikh 11 September 1997 mewartakan fatwa berikut:-

1. Talqin hukumnya adalah sunat dan masa talqin itu ialah semasa ihtidar (hampir mati) dan atau selepas dikebumikan.

2. Semasa di dalam ihtidar (hampir mati) maka sunat diajarkannya mengucap kalimah syahadah iaitu La ilaha illallah dan bagi mayat yang telah dikebumikan maka dikata di sisi kuburnya, kata olehmu Tuhanku Allah, Agamaku Islam, Nabiku Muhammad S.A.W. hingga akhir talqin.

3. Mana-mana orang atau kumpulan orang adalah dilarang -

(a) membid'ahkan mana-mana orang lain yang membacakan talqin kepada mayat.

(b) memegang, mengamal atau mengajarkan bahawa bacaan talqin kepada mayat adalah dilarang.

(c) menyiar, menyebar, menghebahkan atau mendedahkan dengan apa-apa cara pun bahawa bacaan talqin kepada mayat adalah dilarang.

4. Mana-mana orang Islam adalah dilarang menjadi anggota, pemimpin atau penyokong mana-mana orang atau kumpulan orang yang dilarang di dalam perenggan 3.
Hadith Nabi Mengharuskan Talqin

Mari kita singkap hadith Nabi Muhammad sendiri menyuruh amalan talqin yang diriwayatkan oleh Imam At-Tobarony dalam Mu’jam Sighir dan Mu’jam Kabir daripada Abi Umamah Al-Bahily berkata :


[إذا أنا مت فاصنعوا بي كما أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم أن نصنع بموتانا، أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: إذا مات أحد من إخوانكم فسويتم التراب على قبره فليقم أحدكم على رأس قبره ثم ليقل: يا فلان ابن فلانة فإنه يسمعه ولا يجيب، ثم يقول: يا فلان ابن فلانة فإنه يستوي قاعداً، ثم يقول: يا فلان ابن فلانة فإنه يقول أرشدنا يرحمك الله ولكن لا تشعرون، فليقل: اذكر ما خرجت عليه من الدنيا شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمداً عبده ورسوله وأنك رضيت بالله رباً وبالإسلام ديناً وبمحمد نبياً وبالقرءان إماماً فإن منكراً ونكيراً يأخذ كل واحد منهما بيد صاحبه ويقول: انطلق بنا ما يقعدنا عند من لُقّن حجته، قال [أي أبو أمامة]: فقال رجل: يا رسول الله فإن لم يُعرف أمه، قال: ينسبه إلى أمه حواء، يا فلان ابن حواء" .

Yang bermaksud : "Apabila aku mati nanti, lakukan padaku sepertimana yang disuruh oleh Rasulullah agar dilakukan kepada mayat, Rasulullah telah memerintah kita dengan sabda baginda: “ Apabila matinya seorang daripada kalanganmu, maka tanahlah dan berdirilah seorang dikalangan kamusemua pada bahagian kepala dikuburnya kemudian katakan Wahai si fulan anak si fulanah, orang itu mendengarnya tetapi dia tidak akan menjawab, kemudian katakan Wahai fulan anak fulanah maka dia duduk, kemudian katakan Wahai fulan anak fulanah maka dia berkata semoga Allah merahmati kamu tetapi kamu semua tidak merasai (apa yang telah berlaku pada si mayat), maka hendaklah dikatakan : Ingatlah apa yang telah menyebabkan kamu dilahirkan kedunia iaitu syahadah tiada Tuhan melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu hambaNya dan rasulNya dan engkau telah meredhoi dengan allah sebagai tuhanmua dan islam itu agamamu dan Muhammad itu nabimu dan al-quran itu petunjukmu maka malaikat mungkar dan nakir akan mengambil tangannya lantas berkata Ayuh bersama kami bawakan kepada siapa yang telah ditalqinkan hujahnya”

Abu Umamah bertanya kepada Rasulullah Wahai Rasulullah!bagaimana sekiranya tidak diketahui nama ibunya? Rasulullah menjawab “Maka hendaklah dinasabkan kepada ibu manusia iaitu Hawwa dengan mengatakan Wahai si fulan anak Hawwa.” ( hadith riwayat Imam Al-Hafiz Tobarony Dalam kitabnya Mu'jam Soghir Wal Kabir).

Hadith yang mengharuskan talqin diatas telah disolehkan sanadnya (ulama hadith menyatakan hadith itu boleh digunakan) oleh Imam Muhaddith dari kalangan ulama hadith iaitu Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqolany dalam kitab beliau berjudul At-Talkhis Al-Habir sepertimana yang juga dibawah Kitab Al-Majmuk oleh Imam Nawawi pada jilid 5 muksurat 243 :
وإسناده صالح وقد قواه الضياء في أحكامه

Yang bermaksud : “ Sanad hadith ini adalah boleh digunakan dan hadith ini telah dikuatkan oleh Imam Al-Hafiz Ad-Dhiya dalam kitab Ahkam”.

Maka hadith Nabi Muhammad ini jelas mengharuskan amalan talqin sepertimana jua para ulama salafussoleh berpegang dengan hukum mengenainya.

Kenyataan Mazhab Al-Hanafi Mengharuskan Talqin


1-Berkata As-Syeikh Al-Alim Abdul Al-Ghony Al-Ghonimy Ad-Dimasyqy Al-Hanafi dalam kitab beliau berjudul Al-Lubab Fi Syarhil Kitab pada jilid 1 mukasurat 125 menyatakan :

: "
وأما تلقينه (أي الميت) في القبر فمشروع عند أهل السنة لأن الله تعالى يحييه في قبره".

“Manakala hukum mentalqin mayat pada kubur adalah merupakan syariat islam disisi Ahli Sunnah Wal Jamaah kerana Allah ta’ala menghidupkannya dalam kuburnya”.

Telah jelas bahawa dalam mazhab Hanafi amalan talqin adalah diharuskan bahkan disyariatkan.

Mazhab Maliki Mengharuskan Amalan Talqin

1- Imam Al-Qurtuby Al-Maliky pengarang kitab tafsir terkenal telah menulis satu bab yang khusus mengenai amalan talqin disisi mazhab Maliki dalam kitab beliau berjudul At-Tazkirah Bil Ahwal Al-Mauta Wal Akhiroh pada mukasurat 138-139 :

باب ما جاء في تلقين الإنسان بعد موته شهادة الإخلاص في لحده

Didalam bab itu juga Imam Qurtuby telah menjelaskan amalan talqin dilakukan oleh para ulama islam di Qurtubah dan mereka mengharuskannya.


Mazhab Syafi’e Mengharuskan Dan Mengalakkan Amalan Talqin

1- Imam An-Nawawi As-Syafi’e menyatakan dalam kitab beliau berjudul Al-Majmuk pada jilid 5 mukasurat 303-304 :

قال جماعات من أصحابنا يستحب تلقين الميت عقب دفنه" ثم قال: "ممن نص على استحبابه: القاضي حسين والمتولي والشيخ نصر المقدسي"

Yang bermaksud : “ Telah menyatakan oleh ramai para ulama dari mazhab Syafi’e bahawa disunatkan talqin pada mayat ketika mengebumikannya”.

Kenyataan mazhab Syafi’e dari kitab yang sama :

"
وسئل الشيخ أبو عمرو بن الصلاح رحمه الله عنه فقال: التلقين هو الذي نختاره ونعمل به"

Imam Nawawi menyatakan : “ Telah ditanya kepada As-Syeikh Abu Amru Bin As-Solah mengenai talqin maka beliau menjawab Amalan talqin merupakan pilihan kita (mazhab Syafi’e) dan kami beramal dengannya”.

2- Imam Abu Qosim Ar-Rofi’e As-Syafi’e menyatakan dalam kitab beliau berjudul Fathul ‘Aziz Bi syarh Al-Wajiz tertera juga pada bawah kita Al-Majmuk oleh Imam Nawawi pada jilid 5 mukasurat 242 :
"
ويستحب أن يُلقن الميت بعد الدفن فيقال: يا عبد الله بن أمة الله ..." إلى اخره .

Yang bermaksud : Digalakkan dan disunatkan mentalqin mayat selepas mengebumikannya dan dibaca : Wahai hamba Allah bin hamba Allah…(bacaan talqin).


Mazhab Hambali Mengharuskan Talqin

1- Imam Mansur Bin Yusuf Al-Buhuty Al-Hambaly menyatakan hukum pengharusan talqin dalam kitab beliau berjudul Ar-Raudul Mari’ mukasurat 104.
2- Imam Al-Mardawy Al-Hambaly dalam kitabnya Al-Insof Fi Ma’rifatil Rojih Minal Khilaf pada jilid 2 mukasurat 548-549 menyatakan :

"فائدة يستحب تلقين الميت بعد دفنه عند أكثر الأصحاب"
Yang bermaksud : “ Kenyataan yang penting : Disunatkan hukum talqin mayat selepas mengkebumikannya disisi kebanyakan ulama ( selainnya hanya mengharuskan sahaja).

Dalil dari hadith :

Daripada Amru ibn al 'As berkata yang bererti :



"Apabila kalian telah mengkebunmikan aku, maka timbuslah jenazahku dengan tanah sehingga rata, kemudian hendaklah kalian berdiri selepas itu, di sekeliling kuburku kira-kira selama masa menyembelih unta dan selama dibahagikan dagingnya sehingga aku tidak berasa kesepian bersama kalian dan sehingga aku mengetahui apa yang akan aku jawab kepada utusan-utusan Tuhanku."
Riwayat Muslim (1/112) hadith no 192

Daripada Uthman radiyaLlahu 'anhu berkata yang bererti :


"Adalah Nabi sallaLlahu 'alaihi wasallam apabila telah selesai mengebumikan mayat, Baginda sallaLlahu 'alaihi wasallam berdiri di atasnya dan bersabda, "Mintalah keampunan bagi saudara kalian ini dan mintalah baginya akan ketetapan (untuk menjawab soalan Munkar dan nakir), kerana dia sekarang ini sedang disoal."
Riwayat Abu Daud dan al Baihaqi.

Ibnu Qaiyim berkata :
Mentalqinkan mayat selepas dikebumikan merupakan amalan yang telah tersebar di Syam pada zaman Imam Ahmad ibn Hanbal radiyaLLahu 'anhu dan sebelumnya. Begitu juga di Qurtubah dan kawasan-kawasan sekitarnya pada sekitar tahun 500 Hijrah.
Kitab al Ruh (1/148) tahqiq Dr Bisam Ali.