Sabtu, 30 Jun 2012


HIKMAT SURAH DAN AYAT SUCI AL-QURAN

BISMILLAH (Dengan nama Allah)
Barangsiapa membaca sebanyak 21 kali ketika hendak tidur, nescaya terpelihara dari godaan dan gangguan syaitan, dari bencana manusia dan jin, daripada kecurian dan kebakaran, dan daripada kematian mengejut. Dan barangsiapa membaca sebanyak 50 kali di hadapan orang yang zalim, hinalah dan masuk ketakutan dalam hati si zalim serta naiklah keberanian dan kehebatan kepada pembaca.

SURAH AL-FATIHAH (Pembukaan)
Barangsiapa membacanya sebanyak 41 kali diantara sembahyang sunat Subuh dan fardhunya, nescaya permintaannya di perkenankan, jika sakit lekas sembuh dan nescaya dikasihi oleh makhluk dan ditakuti oleh musuh. Barangsiapa membaca 20 kali sesudah tiap-tiap sembahyang fardhu, nescaya rezekinya dilapangkan oleh Allah dan bertambah baik keadaannya, serta bercahaya rohaninya.

AYAT AL-KURSI (Kekuasaan Allah)
Barangsiapa membacanya sekali selepas setiap sembahyang fardhu, nescaya terpelihara dari tipu daya dan gangguan syaitan. Dengan membacanya seorang yang miskin akan menjadi kaya, dan jika dibaca ketika hendak tidur nescaya akan terselamat dari kecurian, kebakaran dan kekaraman. Barangsiapa sentiasa membaca ayat Al-Kursi, nescaya Allah akan kurniakan kepada ahli rumahnya kebaikkan yang tidak terhitung banyaknya. Barangsiapa berwudhuk lalu membaca sekali, nescaya Allah akan meninggikan darjatnya setinggi 40 darjat dan Allah akan mendatangkan para malaikat menurut bilangan hurufnya, seraya berdoa untuk sipembaca sehinggalah ke hari Qiamat.

Dan tersebut dalam hadith yang lain:
Barangsiapa membacanya ketika hendak tidur, nescaya Allah akan membuka pintu rahmat baginya hingga kesubuh, dan mengurniakan kota nur menurut bilangan rambut dibadannya. Jika sipembacanya meninggal dunia pada malam itu, ia dikira mati syahid.

Imam Jaafar Shadiq r.a. mengatakan:
Barangsiapa membaca sekali, nescaya Allah akan menghindar darinya 1,000 kesukaran duniawi, yang terkecil sekali ialah kemiskinan dan kepapaan, dan 1,000 kesukaran ukhrawi, yang terkecil sekali ialah azab neraka.

SURAH AL-BAQARAH (Sapi Betina)
Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surah ini (Amanar rasulu) sebelum tidur, ia akan terselamat dari segala bala bencana dan mara bahaya.

SURAH ALI-IMRAN (Keluarga Imran)
Barangsiapa membaca tiga ayat yang pertama dari surah ini, nescaya ia akan mencapai kesihatan dari segala penyakit dan terselamat dari gangguan jin.

SURAH AN-NISSA' (Perempuan)
Barangsiapa yang membaca ayat yang ke 75 dari surah ini, nescaya ia akan terselamat dari kejahatan para penjahat.

SURAH AL-MAIDAH (Hidangan)
Barang siapa membaca ayat yang ke 7 dari surah ini, sebanyak yang mungkin selama 3 hari berturut -turut, insyaAllah akan terselamat dari was-was semasa wudhu dan sembahyang. Barang siapa membaca ayat 89 hingga ayat 101 dari surah ini, keatas air lalu diberi minum kepada orang yang bercakap dusta, nescaya dia tidak akan bercakap dusta lagi.

SURAH AL-AN'AM (Binatang Ternak)
Barang siapa membacanya sebanyak 7 kali, nescaya akan terhindar dari segala bala bencana. Jika ayat 63 dan 64 dari surah ini,dibaca oleh penumpang kapal, ia akan terselamat dari karam dan tenggelam.

SURAH AL-A'RAAF (Benteng Tinggi)
Barang kali membaca ayat 23 dari surah ini, selepas tiap-tiap sembahyang fardhu, lalu beristighfar kepada Allah, nescaya akan terampun segala dosanya. Barang siapa membaca ayat 47 dari surah ini, ia akan terpelihara dari kekacauan para penzalim serta ia akan mendapat rahmat Allah.

SURAH AL- ANFAL (Rampasan)
Barang siapa membaca ayat 62 dan 63 dari surah ini, nescaya dia akan di cintai dan dihormati oleh sekalian manusia.

SURAH AL-BARAAH (AT-TAUBAH) (Pemutus Perhubungan)
Barang siapa membacanya, nescaya akan terselamat dari kemunafiqan dan akan mencapai hakikat iman. Barang siapa membaca ayat 111 dari surah ini, dikedai atau ditempat-tempat perniagaan, nescaya akan maju perniagaannya itu.

SURAH YUNUS (Yunus)
Barangsiapa membaca ayat 31 dari surah ini, keatas perempuan yang hamil, nescaya ia akan melahirkan anak dalam kandungannya itu dengan selamat. Barang siapa membaca ayat 64 dari surah ini, nescaya ia akan terhindar dari mimpi-mimpi yang buruk dan mengigau.

SURAH AL-HUD (Hud)
Barang siapa membaca, nescaya ia akan mendapat kekuatan dan kehebatan serta ketenangan dan ketenteraman jiwa. Barang siapa membaca ayat 56 dari surah ini, pada setiap masa, nescaya ia akan terselamat dari gangguan manusia yang jahat dan binatang yang liar. Barang siapa membaca ayat 112 dari surah ini, sebanyak 11 kali selepas tiap-tiap sembahyang, nescaya akan mencapai ketetapan hati.

SURAH YUSUF (Yusuf)
Barang siapa membacanya, akan di murahkan rezekinya dan diberikan kemuliaan kepadanya. Barang siapa membaca ayat 64 dari surah ini, ia akan terhindar dari kepahitan dan kesukaran hidup. Barang siapa membaca ayat 68 dari surah ini, nescaya Allah akan mengurniakan kesolehan kepada anak-anaknya.

SURAH AR-RA'D (Petir)
Barang siapa membaca ayat 13 dari surah ini, ia akan terselamat dari petir. Dan barangsiapa membaca ayat 28 dari surah ini, nescaya penyakit jantungnya akan sembuh.

SURAH IBRAHIM (Ibrahim)
Barang siapa membaca ayat-ayat 32 hingga 34 dari surah ini, nescaya anak-anaknya akan terhindar dari perbuatan-perbuatan syirik dan bida'ah.

SURAH AL-IIIJ'R (Batu Gunung)
Barang siapa membaca 3 ayat yang terakhir dari surah ini, ke atas perempuan yang selalu anak kandungannya gugur, nescaya anak kandungannya itu akan terselamat, dari gugurnya.

SURAH BANI ISRAIL (anak-anak Israil)
Barang siapa membacanya ke atas air, lalu diberi minum kepada orang yang bercakap gagap insyaAllah akan hilang gagapnya itu. Barang siapa membaca ayat 80 dari surah ini, ketika ia pulang dari perjalanan, nescaya dia akan dimuliakan dan dihormati oleh orang-orang yang setempat dengannya.

SURAH AL-KAHF (Gua)
Barang siapa membacanya, akan terhindar dari kemiskinan dan kepapaan. Barang siapa membacanya pada malam Jumaat, mescaya dia akan mendapat rezeki yang murah.

SURAH MARYAM (Maryam)
Barang siapa membacanya, nescaya akan mendapat kejayaan di dunia dan akhirat.

SURAH THAAHAA (Hai Manusia)
Barang siapa membacanya, nescaya Allah akan mengurniakan kepadanya ilmu pengetahuan dan akan tercapai segala maksudnya. Barang siapa membaca ayat-ayat 25 hingga 28 sebanyak 21 kali, tiap-tiap hari selepas sembahyang subuh nescaya otaknya akan cerdas dan akalnya akan sempurna.

SURAH AL ANBIYA (Nabi-Nabi)
Barang siapa membaca ayat 83 dari surah ini, nescaya dia akan mendapat sebesar-besar pangkat di sisi Allah s.w.t .

SURAH AL-HAJ (Haji)
Barang siapa membacanya, Allah akan membinasakan musuh-musuhnya.

SURAH AL-MU'MINUN (Orang-orang Mukmin)
Barang siapa membacanya ke atas air, lalu diberi minum kepada orang yang selalu minum minuman keras,nescaya dia tidak akan meminumnya lagi. Barang siapa membaca ayat 28 dari surah ini, nescaya perahunya akan terselamat daripada karam dan rumahnya akan terselamat dari kecurian dan serangan musuh.

SURAH AN-NUUR (Cahaya)
Barang siapa membacanya, nescaya ia akan terhindar dari mimpi-mimpi yang buruk. Barang siapa membaca ayat 35 dari surah ini, pada hari Jumaat sebelum sembahyang Asar, nescaya dia akan disegani oleh orang ramai.

SURAH AL-FURQAN (Pembaca)
Barang siapa membacanya sebanyak 3 kali ke atas air yang bersih, lalu air itu dipercikkan di dalam rumah, nescaya rumah itu akan terselamat dari gangguan binatang-binatang yang liar dan ular-ular yang bisa.

SURAH ASY-SYU A'RA (Ahli-ahli Syair)
Barang siapa membaca ayat 130 dari surah ini, sebanyak 7 kali dengan senafas ke atas orang-orang yang digigit oleh binatang-binatang yang berbisa nescaya akan hilang bisa-bisa itu.

SURAH AN-NAML (Semut)
Barang siapa membacanya nescaya nikmat-nikmat Allah akan kekal kepadanya.

SURAH AL-QA-SHASH (Cerita)
Barang siapa membacanya ke atas pekerja-pekerjanya, nescaya mereka tidak akan mencuri dan mengkhianat. Barang siapa membaca ayat-ayat 51 hingga 55 dari surah ini, nescaya otaknya akan cergas, akalnya akan sempurna dan budi pekertinya
akan halus.

SURAH AL-ANKABUT (Labah-labah)
Barang siapa membacanya, nescaya demamnya akan sembuh. Barang siapa membacanya, nescaya ia akan terhindar dari gelisah dan keluh kesah.

SURAH AR-RUM (Rum)
Barang siapa membacanya, nescaya Allah akan membinasakan orang yang hendak menzaliminya.

SURAH LUQMAN (Luqman)
Barang siapa membacanya, nescaya ia akan terhindar dari segala-gala penyakit terutama dari penyakit-penyakit perut. Barang siapa membaca ayat 31 dari surah ini, nescaya akan terselamat dari bencana banjir.

SURAH AS-SAJ DAH (Sujud)
Barang siapa membaca ayat-ayat 7 hingga 9 dari surah ini, ke atas kanak-kanak yang baru lahir, nescaya ia akan terhindar dari segala-gala penyakit ruhani dan jasmani.

SURAH AL-AHZAB (Golongan-golongan)
Barang siapa membaca ayat-ayat 45 hingga 48 dari surah ini, nescaya ia akan mendapat kemuliaan dan kehormatan sejati. Dan barang siapa membaca ayat-ayat 60 hingga 66 dari surah ini, nescaya Allah akan membinasakan musuh-musuhnya.

SURAH SABA' (Saba')
Dengan membacanya, terselamatlah ia dari segala-gala bala bencana, terutamanya dari rosaknya tanam-tanaman.

SURAH FAATHIR (Pencipta)
Barang siapa membaca ayat-ayat 29 dan 30, nescaya Allah akan memberkati perniagaannya.

SURAH YAASIIN (Hai Manusia)
Nabi kita Muhammad s.a.w bersabda : "Tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati Al-Quran ialah surah Yaasin."
Hadith yang lain mengatakan : "Barang siapa membaca surah Yaasiin kerana Allah, nescaya akan terampun segala dosanya kecuali dosa syirik.."

Dalam satu hadith yang lain Baginda s.a.w bersabda :"Hendaklah kamu membaca surah Yaasiin ke atas pesakit-pesakitmu yang menghadapi sakaratul-maut, nescaya Allah s.w.t akan meringankan kekerasan sakaratul-maut itu."

Dalam satu hadith yang lain pula Baginda s.a.w bersabda : "Aku ingin benar, agar surah Yaasiin ini dihafaz oleh tiap-tiap umatku."

Barang siapa membacanya sebanyak 41 kali, pasti akan tercapai segala hajat dan cita-citanya.

Barang siapa membacanya sebanyak 21 kali pada malam Jumaat, lalu berdoa istghfar untuk kedua ibu bapanya, nescaya dosa kedua ibu bapanya akan diampunkan oleh Tuhan.

Barang siapa membaca sekali ketika membuka kedai atau perniagaan, nescaya akan maju perniagaannya itu.

Barang siapa membacanya sekali pada awal malam, andai kata ia mati pada malam itu, mesti ia mati syahid dan barang siapa membacanya sekali pada awal pagi, andaikata ia mati pada hari itu, mesti ia mati syahid.

Barang siapa membacanya sekali selepas tiap-tiap sembahyang Jumaat, nescaya ia akan diselamatkan dari siksa kubur.

Jika dibacanya oleh seorang askar, ketika ia hendak turun kemedan peperangan, Allah akan mengurniakan kepadanya keberanian dan kegagahan, serta naiklah ketakutan pada musuh-musuhnya.

Hikmat-hikmat dan khasiat-khasiat surah Yaasiin ini banyak benar didapati di dalam kitab-kitab hadith tetapi cukuplah setakat ini untuk di amal oleh anda sekalian.

SURAH ASH-SHAAFFAAT (Yang Berbaris)
Barang siapa membacanya, insya Allah in akan terpelihara daripada gangguan jin.

SURAH SHAAD (Shaad)
Dengan membaca ayat 42 dari surah ini, nescaya akan mendapat kebahagian sejati.


Hadis Muthahharah,
daripada Sayyidina Khalid bin Al-Walid r.a telah berkata : Telah datang seorang arab desa kepada Rasulullah s.a.w yang mana dia telah menyatakan tujuannya :" Wahai Rasulullah! Sesungguhnya kedatangan aku ini adalah untuk bertanya engkau mengenai apa yang akan menyempurnakan diriku didunia dan akhirat." Maka baginda s.a.w telah bersabda kepadanya, " Tanyalah apa yang engkau kehendaki."
Dia berkata :
"AKU MAHU MENJADI ORANG ALIM"
Baginda s.a.w menjawab :
"TAKUTLAH KEPADA ALLAH MAKA ENGKAU AKAN MENJADI ORANG YANG ALIM"
Dia berkata :
"AKU MAHU MENJADI ORANG PALING KAYA"
Baginda s.a.w menjawab :
"JADILAH ORANG YANG YAKIN PADA DIRI MAKA ENGKAU AKAN JADI ORANG PALING KAYA"
Dia berkata :
"AKU MAHU JADI ORANG PALING ADIL"
Baginda s.a.w menjawab :
"KASIHANILAH MANUSIA YANG LAIN SEBAGAIMANA ENGKAU KASIH PADA DIRI SENDIRI MAKA JADILAH ENGKAU SEADIL-ADIL MANUSIA"
Dia berkata :
"AKU MAHU MENJADI ORANG YANG PALING BAIK"
Baginda s.a.w menjawab :
"JADILAH ORANG YANG BERGUNA KEPADA MASYARAKAT MAKA ENGKAU AKAN JADI SEBAIK-BAIK MANUSIA"
Dia berkata :
"AKU MAHU MENJADI ORANG YANG ISTIMEWA DI SISI ALLAH"
Baginda s.a.w menjawab :
"BANYAKKAN ZIKRULLAH NESCAYA ENGKAU AKAN JADI ORANG ISTIMEWA DI SISI ALLAH"
Dia berkata :
"AKU MAHA DI SEMPURNAKAN IMANKU"
Baginda s.a.w menjawab :
"PERELOKKAN AKHLAKMU NESCAYA IMANMU AKAN SEMPURNA"
Dia berkata :
"AKU MAHU TERMASUK DALAM GOLONGAN ORANG YANG MUHSININ (BAIK)"
Baginda menjawab :
"BERIBADAHLAH KEPADA ALLAH SEOLAH-OLAH ENGKAU MELIHATNYA DAN JIKA ENGKAU TIDAK MERASA BEGITU SEKURANGNYA ENGKAU YAKIN DIA TETAP MELIHAT ENGKAU MAKA DENGAN CARA INI ENGKAU AKAN TERMASUK GOLONGAN MUHSININ"
Dia berkata :
"AKU MAHU TERMASUK DALAM GOLONGAN MEREKA YANG TAAT"
Baginda s.a.w menjawab :
"TUNAIKAN SEGALA KEWAJIPAN YANG DI FARDUKAN MAKA ENGKAU AKAN TERMASUK DALAM GOLONGAN MEREKA YANG TAAT"
Dia berkata :
"AKU MAHU BERJUMPA ALLAH DALAM KEADAAN BERSIH DARIPADA DOSA"
Baginda berkata :
"BERSIHKAN DIRIMU DARIPADA NAJIS DOSA NESCAYA ENGKAU AKAN MENEMUI ALLAH DALAM KEADAAN SUCI DARI DOSA"
Dia berkata :
"AKU MAHU DI HIMPUN PADA HARI QIAMAT DI BAWAH CAHAYA"
Baginda s.a.w menjawab :
"JANGAN MENZALIMI SESAORANG MAKA ENGKAU AKAN DI HITUNG PADA HARI QIAMAT DI BAWAH CAHAYA"
Dia berkata :
"AKU MAHU DI KASIHI OLEH ALLAH PADA HARI QIYAMAT"
Baginda menjawap :
"KASIHILAH DIRIMU DAN KASIHILAH ORANG LAIN NESCAYA ALLAH AKAN MENGASIHANIMU PADA HARI QIYAMAT"
Dia berkata :
"AKU MAHU DI HAPUSKAN SEGALA DOSAKU"
Baginda menjawap :
"BANYAKKAN BERISTIGHFAR NESCAYA AKAN DI HAPUSKAN (KURANGKAN) SEGALA DOSAMU"
Dia berkata :
"AKU MAHU MENJADI SEMULIA-MULIA MANUSIA"
Baginda menjawap :
"JANGAN MENGESYAKI SESUATU PERKARA PADA ORANG LAIN NESCAYA ENGKAU AKAN JADI SEMULIA-MULIA MANUSIA"
" Dia berkata
"AKU MAHU MENJADI SEGAGAH-GAGAH MANUSIA"
Baginda s.a.w menjawab :
"SENTIASA MENYERAH DIRI (TAWAKKAL) KEPADA ALLAH NESCAYA ENGKAU AKAN JADI SEGAGAH-GAGAH MANUSIA"
Dia berkata :
"AKU MAHU DI MURAHKAN REZEKI OLEH ALLAH"
Baginda s.a.w menjawab :
"SENTIASA BERADA DALAM KEADAAN BERSIH (DARI HADAS) NESCAYA ALLAH AKAN MEMURAHKAN REZEKI KEPADAMU"
Dia berkata :
"AKU MAHU TERMASUK DALAM GOLONGAN MEREKA YANG DI KASIHI ALLAH DAN RASULNYA"
Baginda s.a.w menjawab :
"CINTAILAH SEGALA APA YANG DISUKAI OLEH ALLAH DAN RASULNYA MAKA ENGKAU TERMASUK DALAM GOLONGAN YANG DI CINTAI OLEH MEREKA"
Dia berkata :
"AKU MAHU DI SELAMATKAN DARI KEMURKAAN ALLAH PADA HARI QIYAMAT"
Baginda s.a.w menjawab :
"JANGAN MARAH KEPADA ORANG LAIN NESCAYA ENGKAU AKAN TERSELAMAT DARIPADA KEMURKAAN ALLAH DAN RASULNYA"
Dia berkata :
"AKU MAHU DI TERIMA SEGALA PERMOHONANKU"
Baginda s.a.w menjawab :
"JAUHILAH MAKANAN HARAM NESCAYA SEGALA PERMOHONANMU AKAN DI TERIMANYA"
Dia berkata :
"AKU MAHU AGAR ALLAH MENUTUPKAN SEGALA KEAIBANKU PADA HARI QIYAMAT"
Baginda s.a.w menjawab :
"TUTUPLAH KEBURUKAN ORANG LAIN NESCAYA ALLAH AKAN MENUTUP KEAIBANMU PADA HARI QIYAMAT"
Dia berkata :
"SIAPA YANG TERSELAMAT DARIPADA DOSA?"
Baginda s.a.w menjawab :
"ORANG YANG SENTIASA MENGALIR AIR PENYESALAN, MEREKA YANG TUNDUK PADA KEHENDAKNYA (ALLAH) DAN MEREKA YANG DI TIMPA KESAKITAN"
Dia berkata :
"APAKAH SEBESAR-BESAR KEBAIKAN DI SISI ALLAH?"
Baginda s.a.w menjawab :
"ELOK BUDI PEKERTI, RENDAH DIRI DAN SABAR DENGAN UJIAN (BALA)
Dia berkata :
"APAKAH SEBESAR-BESAR KEJAHATAN DI SISI ALLAH?"
Baginda menjawab :
"BURUK AKHLAK DAN SEDIKIT KETAATAN"
Dia berkata :
"APAKAH YANG MEREDAKAN KEMURKAAN ALLAH DI DUNIA DAN AKHIRAT?"
Baginda menjawab :
"SEDEKAH DALAM KEADAAN SEMBUNYI (TIDAK DI KETAHUI) DAN MENGHUBUNGKAN KASIH SAYANG"
Dia berkata :
"APAKAH YANG AKAN MEMADAMKAN API NERAKA PADA HARI QIYAMAT?"
Baginda menjawab :
"SABAR DI DUNIA DENGAN BALA DAN MUSIBAH"

Telah berkata Imam Mustaghfirin : "Aku tidak pernah menjumpai hadis yang besar dan merangkumi kesempurnaan agama dan bermanfaat hadis ini"

Azab Seksa Wanita Kerana Dosa & Aurat Lelaki/Wanita
Sebagaimana Allah suka dengan wanita yang solehah, Allah juga sangat murka kapada beberapa jenis wanita. Oleh itu sangat perlu bagi kita mengetahui perkara yang boleh menyebabkan kebenciannya supaya kita terhindar dr kemurkaannya.

Kemurkaan Allah pada hari kiamat sangat dahsyat sehinggakan nabi2 pun sangat takut. Bahkan Nabi Ibrahim pun lupa bahawa dia mempunyai anak yang bernama Nabi Ismail kerana ketakutan yang amat sangat. Abu Zar r.a meriwayatkan bahawa Nabi S.A.W. bersabda: - "Seorang wanita yang berkata kapada suaminya,"semoga engkau mendapat kutukan Allah" maka dia dikutuk oleh Allah dari atas langit yang ke 7 dan mengutuk pula segala sesuatu yg dicipta oleh Allah kecuali 2 jenis makhluk iaitu manusia dan jin."

Ab.Rahman bin Auf meriwayatkan bahawa Nabi s.a.w bersabda: "Seorang yang membuat susah kapada suaminya dalam hal belanja atau membebani sesuatu yang suaminya tidak mampu maka Allah tidak akan menerima amalannya yang wajib dan sunnatnya.

Abdullah bin Umar r.a meriwayatkan bahawa Nabi S.A.W. bersabda: Kalau seandainya apa yang ada dibumi ini merupakan emas dan perak serta dibawa oleh seorang wanita ke rumah suaminya. Kemudian pada suatu hari dia terlontar kata2 angkuh,"engkau ini siapa? Semua harta ini milikku & engkau tidak punya harta apa pun." Maka hapuslah semua amal kebaikannya walaupun banyak.

Nabi S.A.W. adalah seorang yang sangat kasih pada ummatnya dan terlalu menginginkan keselamatan bagi kita dari azab Allah. Beliau menghadapi segala rupa penderitaan, kesakitan, keletihan & tekanan. Begitu juga air mata dan darah baginda telah mengalir semata-mata kerana kasih-sayangnya terhadap kita. Maka lebih-lebih lagi kita sendirilah yang wajar berusaha untuk menyelamatkan diri kita, keluarga kita dan seluruh ummat baginda. Sebagai penutup ikutilah kisah seterusnya ini sebagai iktibar bagi kita.

Ali r.a. meriwayatkan sebagai berikut: "Saya bersama Fatimah berkunjung kerumah Rasulullah S.A.W. dan kami temui baginda sedang menangis. Kami bertanya kapada beliau," mengapa tuan menangis wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "pada malam aku di Isra'kan kelangit, daku melihat orang sedang mengalami berbagai penyeksaan...maka bila teringatkan mereka aku menangis." Saya bertanya lagi,"wahai Rasulullah apakah yang tuan lihat?"
Beliau bersabda: -

1.Wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih.

2.Wanita yang digantung dengan lidahnya serta tangannya dipaut dari punggungnya sedangkan aspal yang mendidih dari neraka dituangkan ke kerongkongnya.

3.Wanita yang digantung dengan buah dadanya dari balik punggungnya sedangkan air getah kayu zakum dituang ke kerongkongnya.

4.Wanita yang digantung , diikat kedua kaki dan tangannya ke arah ubun2 kepalanya serta dibelit dibawah kekuasaan ular dan kala jengking.

5.Wanita yang memakan badannya sendiri serta dibawahnya tampak api yang menyala-nyala dengan hebatnya.

6.Wanita yang memotong badannya sendiri dengan gunting dr neraka.

7.Wanita yang bermuka hitam dan memakan ususnya sendiri.

8.Wanita yang tuli, buta & bisu dalam peti neraka sedang darahnya mengalir dari rongga badannya (hidung,telinga,mulut) dan badannya membusuk akibat penyakit kulit dan lepra.

9.Wanita yang berkepala spt kepala babi dan keldai yang mendapat berjuta jenis siksaan.

Maka berdirilah Fatimah seraya berkata,"Wahai ayahku, cahaya mata kesayanganku... ceritakanlah kapada ku apakah amal perbuatan wanita2 itu." Rasulullah S.A.W. bersabda, "Wahai Fatimah, adapun tentang : -

1.Wanita yang digantung dengan rambutnya kerana dia tidak menjaga rambutnya (di jilbab) dikalangan lelaki.

2.Wanita yang digantung dengan lidahnya kerana dia menyakiti hati suaminya dengan kata-kata

3.Kemudian Nabi S.A.W. bersabda: "Tidak seorang wanita yang menyakiti hati suaminya melalui kata2nya kecuali Allah akan membuatnya mulutnya kelak dihari kiamat,selebar 70 zira' kemudian akan mengikatnya dibelakang lehernya.

4.Adapun wanita yang digantung dgn buah dadanya kerana dia menyusui anak orang lain tanpa izin suaminya.

5.Adapun wanita yang diikat dengan kaki dan tangannya itu kerana dia keluar rumah tanpa izin suaminya, tidak mandi wajib dari haidh dan nifas.

6.Adapun wanita yang memakan badannya sendiri kerana suka bersolek untuk dilihat lelaki lain serta suka membicarakan keaiban orang.

7.Adapun wanita yang memotong badannya sendiri dengan gunting dari neraka kerana dia suka menonjolkan diri (ingin terkenal) dikalangan orang yang banyak dengan maksud supaya orang melihat perhiasannya dan setiap orang jatuh cinta padanya kerana melihat perhisannya.

8.Adapun wanita yang diikat kedua kaki dan tangannya sampai ke ubun2nya dan dibelit oleh ular dan kala jengking kerana dia mampu mengerjakan solat dan puasa.Tetapi dia tidak mahu berwudhuk & tidak solat serta tidak mahu mandi wajib.

9.Adapun wanita yang kepalanya seperti kepala babi dan badannya spt kaldai kerana dia suka mengadu-domba (melaga-lagakan orang) serta berdusta.

10.Adapun wanita yang berbentuk seperti anjing kerana dia ahli fitnah serta suka marah-marah pada suaminya.
11. Adapun wanita yang seperti rupa anjing dan api masuk ia ke dalam mulutnya dan keluar ia daripada duburnya; maka bahawa sesungguhnya ia adalah sangat membangkit akan manusia (mengungkit-ungkit pemberian atau pertolongan) lagi banyak dengki mendengki


Dan ada diantara isteri nabi-nabi yang mati dalam keadaan tidak beriman kerana mempunyai sifat yang buruk. Walaupun mereka adalah isteri manusia yang terbaik di zaman itu. Diantara sifat buruk mereka: -

1.Isteri Nabi Nuh suka mengejek dan mengutuk suaminya.

2.Isteri Nabi Lut suka bertandang ke rumah orang.

Semoga Allah beri kita kekuatan untuk mengamalkan kebaikan dan meninggalkan keburukan. Kalau kita tidak berasa takut atau rasa perlu berubah... maka kita kena khuatir .Takut kita tergolong dalam mereka yang tidak diberi petunjuk oleh Allah. Nauzubillahi min zalik.

Wassalam.


Samudra Al Fatihah
Tafsir Iyyaka Na’budu wa Iyyaka Nasta’iin (ayat ke 4 dalam surah Al Fatihah)
Engkaulah yang kami sembah dan Engkaulah yang kami minta pertolongan

Diterangkan dalam buku ini bahwa Al Fatihah terdiri dari 7 ayat. Ayat ini terletak persis ditengah. Tiga ayat sebelumnya untuk Allah, sedangkan tiga ayat sesudahnya untuk manusia (Hamba Allah).

Iyyaka Na’budu artinya: Engkaulah yang kami sembah. Hanya untuk engkau sajalah kami beribadah. Tidak ada selain Engkau yang kami sembah, yang kami puja.

Iyyaka Nasta’iin artinya: Engkaulah yang kami mintai pertolongan. Hanya kepada Engkau sajalah kami minta bantuan, perlindungan, mohon rejeki, mohon keselamatan dll.

Ayat ini mengandung 2 persoalan pokok yaitu Ibadah dan Do’a.
Ibadah terhimpun dalam 2 hal yaitu Cinta (hubb) dan Tunduk (Khudhu). Dan cinta serta tunduk ditujukan hanya kepada satu zat yaitu Allah semata. Ini yang dinamakan Tauhid.
” Bila kamu tanyakan kepada mereka: Siapakah yang menciptakan mereka? Mereka akan menjawab: Allah” (ad Dukhan: 87)

Berdoa (Isti’anah) terhimpun dalam 2 hal yaitu: berserah diri (tsiqah) dan menggantungkan harapan (i’timad). Dan 2 hal ini tercakup dalam satu kata yaitu Tawakal. Tawakal inilah yang menjadi pengertian yang sedalam-dalamnya dari ayat ”iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin”. Dijelaskan tentang hal ini dalam Al Quran surah: Hud:88, 123 dan al Mumtahanah:4 dan 8-9

Syarat-syarat beribadah dan berdoa kepada Allah s.w.t juga dijelaskan dalam buku ini, akan dikutip pada bagian lain.

Tafsir Ihdinash-shiraathal-mustaq
iim (ayat ke 5 dalam surat Al Fatihah)
Tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus.

Shiraathal-Mustaqiim artinya jalan yang lurus, jalan yang benar, jalan yang membawa kepada kebahagiaan dan keberuntungan, di dalam hidup di dunia dan lebih-lebih di dalam hidup di akhirat nanti.

Rasulullah s.a.w menasehatkan kepada ummat beliau, agar sebanyak-banyaknya minta pertolongan atau berdoa kepada Allah. Mintalah kepada Allah segala perkara dari yang besar hingga yang sekecil-kecilnya.

Diantara berjuta-juta perkara besar dan kecil yang kita butuhkan maka Shiraathal mustaqiim adalah yang paling penting, paling besar dan paling mahal harganya dalam hidup manusia di dunia ini

Allah berfirman dalam surat terakhir an Naba:”Kami memperingatkan kamu akan kesengsaraan yang sudah dekat waktunya, di hari manusia akan melihat segala kesalahan yang pernah dilakukan dan orang kafir akan mengeluh: Alangkah baiknya kalau aku dahulunya menjadi tanah saja.”

Sebab itu hal yang pertama kita mohon dan minta kepada Allah adalah agar kita ditunjuki jalan yang lurus, benar, kepercayaan dan agama yang benar.

Tafsir Shiraathal-ladzina An’amta ’Alaihim (ayat ke 6 dalam surat Al Fatihah)
Yaitu jalan orang-orang yang engkau beri nikmat atas mereka

Ditegaskan dalam ayat ini, yang dimaksud Allah jalan yang lurus adalah jalan yang ditempuh, dijalani atau digariskan oleh orang-orang yang telah mendapat nikmat dari Allah.

Orang-orang yang mendapat nikmat yang dimaksud adalah Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul, atau orang yang bukan Nabi dan Rasul, tetapi mempunyai kepercayaan yang sama dengan pendapat atau kepercayaan Nabi dan Rasul.

Firman Allah:”Dan sesungguhnya Kami sudah mengutus pada tiap-tiap ummat seorang Rasul (yang memerintahkan/mengajarkan): Hendaklah kamu sembah Allah dan jauhi berhala-berhala. Tetapi di antara mereka manusia ada yang mengikuti petunjuk Allah dan adapula yang tetap atas kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi, lihatlah bagaimana kesudahannya orang-orang yang mendustakan itu.” (an Nahl:36)

Manusia yang menerima dan beriman dengan risalah yang dibawa Nabi-Nabi dan Rasul adalah manusia yang paling beruntung dan paling baik. Sedangkan mereka yang tidak percaya adalah manusia yang paling celaka.

Firman Allah:”Sesungguhnya orang-orang Kafir dari ahli Kitab dan orang-orang musyrik tempatnya di neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya, mereka adalah sejahat-jahatnya makhluk.” (al Bayyinah 6). ”Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan pekerjaan yang baik, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.” (al Bayyinah 7).

Dalam bab ini, diuraikan tentang perjuangan dan keistimewaan Nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhammad s.a.w dan menegaskan bahwa Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul penutup serta syariat dan ajarannya meliputi ajaran seluruh Nabi-Nabi dan Rasul. Kitab suci Al Quran adalah kesimpulan dari seluruh kitab-kitab suci yang diturunkan kepada Nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhammad s.a.w

Firman Allah:”Tidaklah Muhammad s.a.w itu bapak seorang dari laki-laki kamu, tetapi ia adalah pesuruh Allah dan penutup segala Nabi.” (al Ahzab:40)

Dan pada akhir Bab ini diulas kembali, sabda Rasulullah s.a.w: ”Beruntung orang yang telah melihat akan Aku dan beriman dengan Aku, dan beruntung, beruntung, beruntung orang yang tidak melihat akan Aku tetapi beriman kepada Aku.”

Tafsir Ghairil-maghdhuubi ’Alaihim wa ladh-Dhaalliin (ayat ke 7 dalam surat Al Fatihah)
Bukan mereka yang dimurkai atas mereka dan bukan pula mereka yang sesat

Dalam bab ini banyak sekali mengulas ayat-ayat Al Quran tentang golongan orang-orang yang dimurkai Allah dan golongan orang-orang yang sesat.

Salah satunya. Surah Al Maidah ayat 60: ” Katakan: Akan kuberitahukan hal yang lebih buruk dari pembalasannya di sisi Allah? Yaitu orang-orang yang dikutuk dan dimurkai Allah: diantaranya yang dijadikanNya kera, babi dan penyembah berhala. Mereka itu amat buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. ”

Dalam dalam buku ini dikatakan, yang dimaksud golongan yang dimurkai oleh Allah (mahdhuubi ’Aalaihim) menurut adalah siapa saja yang berbuat keliru, salah dan dusta terhadap Allah dan Kitab-kitab Suci Nya.

Dan golongan sesat (Dhaalliin) adalah siapa saja yang berbuat salah dan keliru dengan tak sadar.

Amin

Menurut sebagian besar ahli tafsir, surah al Fatihah adalah mengandung do’a. Sebab itu Allah mengajarkan kepada Nabi Muhammad s.a.w setiap selesai membacanya agar menyebut amin yang berarti perkenankanlah

Diriwayatkan oleh Imam al Bafhawy dari Abu Hurairah r.a, bahwa Rasulullah s.a.w mengatakan ”Bila Imam selesai menyebut ayat terakhir dalam surah al Fatihah, hendaklah kamu (ma’mum) menyebut amin*, maka sesungguhnya para Malaikat turut menyebut amin. Maka barangsiapa yang tepat aminnya dengan amin para Malaikat itu, maka Allah akan mengampuni dosanya yang terdahulu dan yang terbelakang.”
*) Ma’mum diperingatkan tidak mendahului Imam dalam meng amin kan bacaan al Fatihah dalam shalat berjamaah.

Tafsir ar Rahmaan ar Rahiim (ayat ke 2 dalam surah Al Fatihah)

Rahim atau Rahmat mempunyai arti yang sama yaitu: pemberi Rahmat atau Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Rahmat Dunia

Rahmat Alam
Diterangkan oleh banyak surah-surah dalam Al Quran, beberapanya antara lain:
Firman Allah:”Dan kami jadikan dari tiap-tiap sesuatu yang hidup, apakah kamu tetap tidak mau beriman?” (al Anbiya:30)
”Engkau lihat bumi itu kering tetapi apabila Kami turunkan atasnya air, lalu ia menjadi mekar dan segar (lunak dan subur), dan dapat menumbuhkan bermacam-macam tumbuh-tumbuhan yang menarik hati.” (al Haj:5).

Segala sesuatu tentang alam yang luas ini, kita akan kagum memikirkan kebesaran dan kebijaksanaan Allah yang menciptakan dan mengaturnya. (Dalam surah al A’raf:53, al Mu’minun:14)

Rahmat Kesehatan Jasmani dan Rohani

Selain nikmat alam semesta, rahmat Allah yang sangat bernilai adalah kesehatan jasmani dan rohani. Sabda Rasulullah s.a.w:”Siapa yang sehat badannya, senang hatinya (sehat rohaninya), dirumahnya ada makanan buat sehari, maka seakan-akan seluruh dunia ini berada dalam genggamannya.”Mintalah kepada Allah akan keyakinan (agama yang benar) dan kesehatan, karena sesungungnya tidak ada sesuatu sesudah keyakinan yang lebih berharga daripada kesehatan”.

Rahmat Islam dan Iman

Rahmat terbesar yang tidak dapat dinilai dengan apapun. Sungguh beruntung sekali orang yang telah menerima dan merasa memiliki Islam dan Iman itu di dadanya.
Sabda Rasulullah s.a.w: ”Beruntung orang yang telah meilhat akan Aku dan beriman dengan Aku, dan beruntung, beruntung, beruntung orang yang tidak melihat akan Aku tetapi beriman kepada Aku.”
Dijelaskan pula dalam surah al Baqarah 132-136 dan 140, tentang hal ini.

Rahmat Akhirat

Seluruh rahmat dan nikmat yang dituangkan Allah di permukaan bumi ini adalah sebahagian kecil dari rahmat Allah yang amat besar.”
Firman Allah:”Katakanlah (hai Muhammad): Harta benda (kesenangan) dunia ini sedikit dan akhirat itu lebih baik bagi orang yang taqwa, dimana mereka tidak akan dianiaya (dirugikan) sekalipun sedikit.” (an Nisa:77)

Sabda Rasulullah s.a.w: ”Sejelek-jelek kedudukan manusia pada sisi Allah di hari kiamat ialah seorang yang mengorbankan akhiratnya untuk dunia lainnya”.

Ar Rahmaan berarti Allah Pemegang Kunci Rahmat Dunia , Ar Rahiim berarti Allah Pemegang Kunci Rahmat Akhirat. Menurut Hadis, Rasulullah s.a.w apabila berdoa paling sering menyeru dengan seruan: Ya Rahmaan Ya Rahiim.

Tafsir Maaliki Yawmiddin (ayat ke 3 dalam surah Al Fatihah)
Yang memiliki Hari Pembalasan”.

Dalam banyak ayat Al Quran dan Hadis, Allah dan RasulNya menegaskan bahwa kehidupan di dunia ini adalah kehidupan yang amat kecil artinya, amat terbatas waktunya. Penghidupan di dunia ini adalah ibarat setetes air, sedang penghidupan Akhirat adalah ibarat samudra luas.

Dalam buku Samudra Al Fatihah (Bey Arifin), bab ini menjelaskan bahwa hal yang paling menakjubkan pada manusia, bukanlah jasmani atau tubuhnya tetapi rohaninya. Namun segala sesuatu yang gaib yang diciptakan oleh Allah hanya Allah sajalah yang mengetahuinya. ”Mereka bertanya kepada engkau tentang Roh. Katakanlah: Roh itu adalah rahasia Tuhanku. Dan tidaklah diberikan ilmu pengetahuan kepadamu kecuali sedikit saja.” (al Isra:85)

Tetapi kita sebagai orang yang ber Iman, harus percaya bahwa ada kehidupan sesudah mati, kehidupan kekal dan abadi roh manusia di alam barzakh dan alam akhirat.

Pesan yang disampaikan adalah: Hindarkan dirimu dari sesal kemudian yang tak berguna.
Dijelaskan dalam Kitab suci al Quran dan Hadis Nabi Muhammad s.a.w. Diantaranya: Surah as Sajdah 11-12 dan Surah az Zumar 58-59.

Untuk menghindarkan diri dari sesalan yang berkepanjangan, dalam surah az Zumar 54-55 dijelaskan: Dan kembalilah kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada Nya sebelum datang kepadamu azab itu, kemudian kamu tidak dapat ditolong lagi (54). Turutlah sebaik-baiknya (agama) yang diturunkan kepadamu dari Tuhan kamu, sebelum datang kepadamu azab dengan tiba-tiba, sedangkan kamu tidak sadar (55).

Dalam bab ini (Buku Samudra Al Fatihah oleh Bey Arifin), Penulis juga menjelaskan secara detail, tentang tahapan-tahapan kehidupan setelah mati disertai kajian yang tertuang dalam Al Quran dan Hadis.

Dan dalam kesimpulan bab ini, diuraikan tentang surah Al Waqi’ah tentang kejadian besar yaitu Kejadian Kiamat. Diterangkan pula dalam hadis, bahwa bagi siapa yang sering membaca surah ini akan mengakibatkan ketenangan hati dan jiwa menghadapi segala kemungkinan dalam hidup dan mati.
Keutamaan Basmalah (Bismillaahir Rahmaanir Rahiim)

Didalamnya terdapat 3 Nama yang terbesar dari Nama-Nama Allah yaitu:
Allah, Ar Rahmaan dan Ar Rahiim, karena itu Rasulullah s.a.w menamakan al Ismul A’zham yaitu Nama Teragung dari Allah s.w.t.

Dalam buku ini banyak sekali riwayat Nabi yang membahas keutamaan membaca Basmalah, diataranya:

Diriwayatkan oleh Imam Abdur Rahman bin Abu Hatim, berasal dari Ibnu Abbas, bahwa Usman bin Affan bertanya kepada Rasullullah tentang kalimah basmalah, lalu Rasulullah s.a.w menjawab:”Ia adalah salah satu dari nama-nama Allah. Begitu dekatnya Bismillah ini dengan Nama Allah yang Teragung seperti dekatnya biji mata hitam dengan biji mata yang putih.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih yang berasal dari Abu Buraidah bahwa Rasulullah s.a.w bersabda: ”Diturunkan kepadaku satu ayat yang tak pernah diturunkan kepada salah seorang Nabi, selain Nabi Sulaiman bin Dawud dan saya sendiri, yaitu ayat Bismillahir Rahmaanir Rahiim”

Dirawayatkan oleh Ibnu Hibbaan, sabda Rasulullah s.a.w:
”Setiap pekerjaan (urusan) yang penting yang tidak dimulai dengan menyebut: Bismillaahir Rahmaanir-Rahiim, maka pekerjaan (urusan) itu akan pincang”

Tafsir Alhamdulillahir Rabbil Al Amiin (ayat ke 1 dalam surah Al Fatihah)

Al’aalamiin (Alam Semesta)
Sehebat apapun ilmu pengetahuan yang telah dicapai manusia saat ini, namun masih sedikit sekali dibandingkan dengan besar dan luasnya alam semesta raya.

Firman Allah : ”Dan tidaklah diberikan pengetahuan kepada kamu kecuali sedikit.” (al Isra: 85).
”Katakanlah (hai Muhammad), bahwa sesungguhnya pengetahuan (yang sempurna) hanya pada Allah, sedang aku ini hanya pemberi peringatan yang nyata.” (al Mulk:26)

Begitu sedikit pengetahuan manusia tentang alam semesta ini, lebih sedikit lagi pengetahuan manusia tentang akhira. Nabi Muhammad s.a.w. berkata kepada salah seorang sahabat:”Bila engkau masukkan sebelah tanganmu ke dalam laut, lalu engkau angkatlah tangan itu kembali, maka ari yang melekat pada tangan itulah pengetahuan dunia, dan air laut yang tertinggal di samudera ialah pengetahuan tentang akhirat”.

Didalam buku ini banyak diceritakan bagaimana indah dan luasnya alam semesta alam raya ini, terlebih keindahan alam di malam yang terang dan cerah. Dijelaskan dalam surat Al Quran mengenai hal ini, seperti Al Mulk:1-5, al Waqi’ah:75-76, al Mu’min:57 dan masih banyak lagi.

Kekaguman kita terhadap kehebatan dan kebesaran alam semesta, dan kemudian akan lebih kagum lagi terhadap kehebatan dan kebesaran Allah yang menciptakannya. Dalam surat al Kahfi: 109: ”Sekiranya laut dijadikan tinta untuk menuliskan kalimah-kalimah Allah, sungguh akan keringlah lautan sebelum habis kalimah-kalimah Allah, sekalipun ditambah sebanyak itu lagi.”

Rabbil’Aalamiin

Firman Allah: ”Sesungguhnya di dalam pergiliran malam dan siang, dan kapal-kapal yang berlayar di atas samudera membawa apa-apa yang berguna bagi manusia dan apa-apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, sehingga dengan air itu menjadi hiduplah bumi yang mulanya mati, lalu hidup berkeliaran di atasnya segala macam binatang, berhembusnya angin dan awan antara langit dan bumi, semua itu adalah menjadi ayat-ayat atau tanda-tanda bagi orang yang berakal (berfikir) .” (Al Baqarah:164).
Jadi seluruh kejadian dibumi ini, disamping diambil manfaatnya untuk hidup, dapat pula dijadikan bukti dan tanda tentang wujud kekuasaan dan kemurahan Allah, untuk pendorong agar kita selamanya hidup di dalam mengingat Allah, mensyukuri nikmat Allah dan mentaati segala perintah Allah.

Alhamdulillah
Ucapan atau kalimah yang menunjukkan rasa syukur terimakasih, kasih sayang, cinta, hormat, khidmat, lega dan bangga terhadap Allah. . Dari segala macam bentuk susunan kalimah yang berisi pujaan dan pujian yang dihadapkan manusia kepada Allah, Allah memilih satu yang paling Allah senangi, nyaitu Alhamdulillahi Rabbil ’aalamiin.

Sabda Rasulullah s.a.w:
” Zikir paling utama ialah kalimah laa Ilaaha Illallaah, dan doa paling utama ialah kalimah Alhamdulillaahi”
Kalimah hamdalah berarti berdoa. Syaratnya ialah agar hati setiap orang yang menyebutnya harus ingat dan yakin bahwa Allah akan mengabulkan dan mendengarkannya.

Diriwayatkan oleh Imam al Qurthuby di dalam tafsiran dan di dalam kitab Nawadirul Ushul, dari Anas r.a. bahwa Rasulullah s.a.w. pernah bersabda: ”Sekiranya dunia dan seluruh harta kekayaan yang berada di atasnya diserahkan ke tangan seorang dari umatku, lalu orang itu berkata: ”Alhamdulillah”, sungguh ucapan ”Alhamdulillah” itu lebih berharga dari seluruh harta kekayaan itu.”

Isi buku Samudra Al Fatihah cukup menarik karena menguraikan kandungan isi dari Surah Al Fatihah secara dalam dengan disertai surah-surah Al Quran dan hadist-hadist (cerita Nabi Muhammad s.a.w) yang menguatkan.

Dengan membaca buku ini kita (pembaca) dibawa untuk menjelajahi samudra Al Fatihah yang maha dalam dan maha luas. Dengan harapan dapat menambah iman dan khusyu’ kita terhadap semua persoalan yang dikandungnya.

Mengapa Surah Al Fatihah? Kita mengetahui bahwa belum sah sholat seseorang jika belum membaca surah Al Fatihah. Tentunya hal ini menyiratkan betapa agung dan hebatnya isi dari surah al Fatihah.

Diterangkan dalam buku ini bahwa Al Fatehah merupakan kesimpulan dari seluruh isi Al Quran atau kesimpulan dari seluruh kitab-kitab suci atau kesimpulan dari ajaran semua agama yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhammad saw. Sebab itu pula , Surah ini dinamakan Al Fatihah (pembuka), atau ummul kitab (Induk Kitab).

Keistimewaan surah Al Fatihah
Paling Besar (A’zham)
”Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah saw.: Ya Rasulullah, Engkau mengatakan akan mengajarkan kepadaku sebesar-besarnya surah dalam Al Quran?”. Berkata Rasulullah saw: ya, Alhamdulillahi Rabbil Aalamin (dan seterusnya), 7 ayat yang berulang-ulang, dan itulah al Quran al Azhiim yang telah disampaikan kepadaku.” (dirawayatkan leh Al Bukhari, Abu Dawud, an Nasa’i, Ibnu Majah dan al Waqidi dari berbagai sumber)

Tak ada samanya dalam Taurat, Injil, Zabur dan Al Quran.
Diriwayatkan dari Ali Bin Abu Talib r.a bahwa Rasulullah s.a.w berkata
”Siapa yang membaca Faithatul-Kitab (al Fatihah), maka seakan-akan dia telah membaca Taurat, Injil, Zabur dan al Furqan (Al Quran)”

Hanya kepada Muhammad s.a.w diturunkan
Diriwayatkan oleh Muslim dan an Nasa’i, dari ibnu Abbas r.a. katanya ”Jibril berkata kepada Muhammad s.a.w, pada saat beliau mendengar suatu bunyi dari atas: ”Bahwa telah terbuka sebuah pintu di langit dan tak pernah pintu itu terbuka sebelum ini, dari pintu itu turunlah seorang Malaikat dan langsung menuju kepada Rasulullah dan berkata” Bergembiralah engkau Muhammad mendapat 2 cahaya yang tak pernah kedua cahaya itu diberikan kepada Nabi yang manapun sebelum engkau, kedua cahaya itu adalah Fatihatul Kitab dan beberapa ayat di akhir Surah Al Baqarah, setiap huruf engkau baca dari keduanya pasti engkau mendapatkannya”

Langsung mendapat jawaban dari Allah swt.
”Siapa yang membaca Surah Al Fatihah, setiap ayat yang dibaca itu langsung dijawab oleh Allah” (diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah r.a.)

Aman dari Segala Bahaya
Diriwayatkan oleh al Buzar dari Anas r.a. : Berkata Rasulullah s.a.w: ”Bila engkau baca al Fatihah dan Qul Huwwallahu Ahad maka amanlah engkau dari segala sesuatu, kecuali dari maut”

Langsung dari Arasy
Dirawayatkan oleh al Hakim di dalam al Mustadrak dari Ma’qal bin Yasaar r.a.: Telah berkata Rasulullah s.a.w: ”Amalkanlah segala apa yang tersebut di dalam Al Quran, halalkanlah apa yang dihalalkannya, haramkanlah apa yang diharamkannya, dan patuhilah ia, jangan sekali-kali engkau ingkari dan ragukan, ... sesungguhnya al Quran itu Pemberi Syafaat, sesuatu yang tak pandai bicara tetapi membawa kebenaran dan kepadaku diberikan Allah surah Al Baqarah dari Zikir Pertama .... dan diberikan kepadaku Surah Al Fatihah langsung dari Arasy”

arti kata Arasy menurut istilah bahasa adalah singgasana raja. (yakni Allah Yang Maha Penyayang).

Sebagai obat
”Hai Manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, dan penawar obat bagi penyakit yang ada di dalam dada, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Yunus: 57)

” Dan kami turunkan dari Al Quran sesuatu yang jadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan bagi orang-orang yang zhalim tetap merugi” (Al Isra: 82)

”Katakanlah al Quran itu sebagai petunjuk dan penawar (obat) bagi orang-orang yang beriman (Fusshilat: 44)

MARILAH kita meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu Wataala dengan penuh keyakinan dan keikhlasan dengan melakukan segala suruhan-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Mudah-mudahan kita menjadi insan yang bertaqwa dan beriman serta selamat di dunia dan selamat di akhirat.
Agama Islam amat menggalakkan kita supaya hidup saling tolong-menolong, bantu-membantu ke arah kebaikan kerana dengan demikian akan menimbulkan perasaan hormat-menghormati, kasih-mengasihi dan sayang-menyayangi di antara satu sama lain. Jika suasana sedemikian wujud di kalangan umat Islam maka akan terbinalah kehidupan yang aman damai, sejahtera dan harmoni. Inilah faktor kekuatan umat Islam. Firman Allah Subhanahu Wataala dalam Surah Al-Maa-idah ayat 2 yang tafsirnya :

"Dan hendaklah kamu bertolong-tolongan untuk membuat kebajikan dan bertaqwa dan janganlah kamu bertolong-tolongan pada melakukan dosa dan maksiat dan pencerobohan. Dan bertaqwalah kepada Allah kerana sesungguhnya Allah maha berat azab seksa-Nya".

Salah satu cara untuk kita melaksanakan konsep tolong-menolong, bantu-membantu ialah dengan bersedekah. Sedekah ialah pemberian semasa hidup kepada seseorang tanpa ada tukar ganti atas dasar semata-mata kerana mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wataala. Dan hukum bersedekah itu adalah sunat. Dalam masyarakat kita, perbuatan bersedekah itu juga diertikan atau disebut sebagai derma atau sumbangan.

Dalam mengerjakan amalan bersedekah, kita perlulah melakukannya dengan hati yang ikhlas kerana Allah Subhanahu Wataala, bukan disebabkan sesuatu seperti kerana nama atau asal bersedekah sahaja. Supaya perbuatan bersedekah itu tidak menjadi sia-sia, agama Islam telah mengajar umatnya bahawa ketika bersedekah, maka biarlah menepati erti sedekah itu sebenarnya. Ke arah itu terdapat tiga perkara yang perlu diikuti bagi kesempurnaan amalan bersedekah itu.

Pertama : Barang yang disedekahkan itu hendaklah baik dan elok. Adalah tidak wajar dan munasabah andainya benda yang disedekahkan itu jika disedekahkan kepada kita, kita sendiri tidak menyukainya dan tidak rela menerimanya. Biarlah yang disedekahkan itu daripada benda-benda yang disenangi oleh penerimanya. Kerana itulah Allah Subhanahu Wataala melarang bersedekah dengan benda-benda yang tidak baik. Perlu diingat bahawa bersedekah adalah merupakan ibadat dan tanda mensyukuri nikmat yang dianugerahkan Allah Subhanahu Wataala kepada kita. Firman Allah Subhanahu Wataala dalam Surah Al-Baqarah ayat 267 yang tafsirnya :

"Wahai orang-orang yang beriman! Belanjakanlah pada jalan Allah sebahagian dari hasil usaha kamu yang baik-baik dan sebahagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu sengaja memilih yang buruk daripadanya lalu kamu dermakan atau kamu jadikan pemberian zakat, padahal kamu sendiri tidak sekali-kali akan mengambil yang buruk itu kalau diberikan kepada kamu kecuali dengan memejamkan mata padanya. Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi sentiasa terpuji".

Kedua : Sesuatu yang disedekahkan itu hendaklah daripada yang halal, bukan haram atau syubhat.

Ketiga : Adalah sunat bagi pemberi sedekah atau derma itu bersedekah dan berderma daripada benda-benda yang disukai dan disayanginya. Ini jelas sebagaimana firman Allah Subhanahu Wataala dalam Surah Ali 'Imran ayat 92 yang tafsirnya :

"Kamu tidak sekali-kali akan dapat mencapai hakikat kebajikan dan kebaktian yang sempurna sebelum kamu dermakan sebahagian dari apa yang kamu sayangi. Dan apa jua yang kamu dermakan maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya".

Ingatlah jika kita benar-benar mahu amalan sedekah kita menepati kehendak bersedekah, maka setentunya tiga perkara yang disebutkan tadi perlu ada pada benda-benda yang disedekahkan walaupun hanya sedikit kerana bukan sedikit atau banyak yang menjadi ukuran.

Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang maksudnya :

"Dari Adiyie bin Hatim Radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda : "Takutlah kamu akan api Neraka walaupun dengan separuh buah kurma".(Riwayat Al-Imam Al-Bukhari).

Hadis tersebut menunjukkan bahawa amalan bersedekah itu walaupun hanya sedikit dengan separuh buah kurma boleh menyelamatkan kita daripada api Neraka.

Adalah perlu diambil ingatan bahawa jika kita bersedekah, maka hendaklah disertai dengan keikhlasan, bukan dengan mengungkit-ungkit dan menyakiti orang yang menerima sedekah atau derma kerana perbuatan sedemikian hukumnya adalah haram dan merosakkan amalan bersedekah itu. Hal ini ada dijelaskan dalam Al-Quran sebagaimana firman Allah Subhanahu Wataala dalam Surah Al-Baqarah ayat 24 yang tafsirnya :

"Wahai orang-orang yang beriman! Jangan rosakkan pahala amalan sedekah kamu dengan perkataan membangkit-bangkit dan kelakuan yang menyakiti seperti rosaknya pahala amalan sedekah orang yang membelanjakan hartanya kerana hendak menunjuk-nunjuk kepada manusia (riak) dan ia pula tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat. Maka bandingan orang itu seperti batu licin yang ada tanah di atasnya kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu ditinggalkannya bersih licin (tidak bertanah lagi). Demikianlah juga halnya orang-orang yang kafir dan riak itu, mereka tidak akan mendapat sesuatu pahala pun dari apa yang mereka usahakan. Dan ingatlah Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang kafir".

Sesungguhnya sedekah yang diberikan secara sembunyi adalah lebih utama dan afdal, ibarat tangan kanan yang memberi, tangan kiri tidak mengetahuinya. Kerana perbuatan itulah yang dekat kepada keikhlasan dan jauh dari perasaan riak. Kerana sifat riak atau sifat menunjuk-nunjuk boleh merosakkan amalan sedekah. Tiada gunanya bersedekah jika mahu mendapat pujian orang dan mahu dikatakan seorang pemurah kerana dengan keikhlasan sahajalah ganjaran pahala akan diperolehi.

Ingatlah wahai kaum Muslimin bahawa amalan bersedekah tidak akan mengurangkan harta, sebaliknya akan menambah harta dan menjauhkan kekurangan dan kesempitan. Mudah-mudahan segala amal perbuatan kita akan mendapat ganjaran daripada Allah Subhanahu Wataala, Amin.

Firman Allah Subhanahu Wataala dalam Surah Saba' ayat 39 yang tafsirnya :

"Katakanlah wahai Muhammad sesungguhnya Tuhan-Ku memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Ia juga yang menyempitkan baginya dan apa sahaja yang kamu dermakan maka Allah akan menggantikannya dan Dialah jua sebaik-baik pemberi rezeki".
Dipetik dari: Khutbah Jumaat Brunei Darussalam 

Khamis, 21 Jun 2012


JANGAN BERTUDUNG TETAPI TELANJANG





PAKAI BAJU KURUNG WAJIB PAKAI KAIN DALAM...JANGAN LUPA..!
 


APA MATLAMAT SEBENAR FESYEN MUSLIMAH ? UNTUK TAYANG KECANTIKAN KE ?











DALAM ISLAM PAKAIAN YANG NAMPAK KETAT ITU TIDAK BOLEH..!!
 

(LAGU ANA RAFALI)..KERANA MALU ITU PERISAI ORANG BERIMAN....DI MANA RASA MALU ANDA?
 



MEREKA WANITA MELAYU BERAGAMA ISLAM.....TETAPI PAKAIAN MEREKA MENYEKSAKAN MATA...
Kempen untuk membetulkan tanggapan dan idea anak-anak gadis, makcik-makcik, para suami dan para ayah di Malaysia mengenai konsep aurat wanita Islam yang sebenar-benarnya.

 Diharapkan supaya teguran dan gambar -gambar contoh di sini dapat dijadikan pengajaran dan sempadan agar wanita-wanita Islam kita menjauhkan diri diri memakai pakaian-pakaian yang melanggar adab wanita Islam terutama sekali jarang, ketat dan sendat. Diharapkan ini mampu membawa perubahan walaupun sedikit. Amin.

**Gambar-gambar yang dipaparkan di blog ini dicari secara rambang di ruang-ruang internet dan laman web untuk dijadikan contoh memperkukuhkan mesej blog ini semata-mata bukan bertujuan fitnah dan sebagainya.

Bertudung Tidak Semestinya Menutup Aurat (HOT !)
1. Baca ini dan fahami ini dahulu.
Sabda Rasulullah s.a.w. :

"akan datang ummatku di akhir zaman terdiri dari kaum wanita yang mana mereka itu berpakaian dalam keadaan telanjang, di atas kepala mereka berbonggol-bonggol seperti belakang unta. mereka ini dilaknat oleh Allah dan tidak masuk mereka itu ke dalam syurga, serta tidak dapat menghidu baunya. dan sesungguhnya wangian syurga itu di dapati jarak perjalanan lima puluh ribu tahun perjalanan." (sokhih bukhori)

2. Fikir dan ingat kembali wanita-wanita Melayu Islam baik muda atau tua yang pernah anda lihat di majlis-majlis kenduri kahwin hinggalah ke pusat membeli belah. Bagaimanakah pakaian mereka ? Pernah tak anda ternampak wanita Islam yang berpakaian seperti yang disebutkan di dalam sabda di atas ??
Sudah tentu ramai bukan ?? Begitulah wanita Islam akhir zaman.
Golongan wanita Melayu Islam yang tidak risau, tidak takut dan tidak malu untuk tidak bertudung, memakai pakaian jarang, sendat dan ketat mempunyai beberapa alasan yang BENGONG untuk membolehkan cara berpakaian mereka diterima akal:

1. Tutup aurat semua, sudah pasti masuk syurga ke..? Kamu Tuhan ke..?
2. Tudung labuh pun buat dosa mengumpat orang...Walau kami pakai (seksi), hati kami baik...
3. Pakai jarang ke...ketat ke...itu hak kami. Kalau tak suka, (lelaki) jangan tengok..!!
4. Kami rasa apa yang kami pakai tak seksi. Terpulang pada individu yang memandang kami. Seksi itu sangat subjektif..
5. Walau kami tak bertudung, kami tetap sembahyang dan puasa..
6. Salah ke kami pakai macam ni. Tutup aurat itu bagus. Tapi kami tak mahu jadi hipokrit. Ini adalah diri kami yang sebenar...
7. Suka hati kamilah pakai macam ni. Kami tidak ganggu hidup orang lain...
8. Apa yang kami buat (pakai) adalah antara kami dengan Tuhan..ALLAH lbih mngthui....
9. Ini fesyen... tak salah mengikut fesyen...takkan kita mahu ketinggalan zaman..
10. Kami pakai (seksi) macam ni mengikut arahan photographer/ pengarah filem untuk menyesuaikan dengan scene..apa boley wat...cari rzki....
11. Bukan kami tidak mahu menutup aurat, cuma masanya belum sampai lagi...tunggu dulu ye..

Apa macam ? BENGONG tak alasan-alasan wanita sebegini ????
Satu fakta menarik yang perlu sentiasa diingat mengenai tubuh badan wanita. Renung-renungkan soalan-soalan ini.....

1. Kenapa wanita sering dijadikan bahan ekploitasi seks di seluruh dunia ?
2. Kenapa wanita sering dikaitkan dengan simbol seks ?
3. Kenapa filem dan gambar lucah lebih memfokuskan kepada wanita ?
4. Kenapa Islam sejak dari dahulu sangat-sangat menjaga kehormatan tubuh badan wanita melalui konsep AURAT ?
5. Kenapa Hawa diciptakan untuk Nabi Adam ?
6. Kenapa wanita diciptakan untuk lelaki ?
7. Apa yang istimewanya tubuh badan wanita hingga begitu mempengaruhi nafsu lelaki ?


Itulah kelainan wanita. Hampir keseluruhan tubuh badan wanita mampu merangsang nafsu seks lelaki. Betis dan peha mereka menggoda, punggung serta kemaluan mereka menggoda, pusat dan dada mereka menggoda, wajah cantik mereka memukau jiwa. Ketahuilah bahawa perkara pertama yang lelaki mahukan pada diri wanita adalah seks.

Maka pada akhir zaman ini, timbullah isu BERTUDUNG TETAPI TELANJANG. Mereka mengaku kononnya sudah berpakaian menutup aurat, tetapi pakaian mereka masih menampakkan bayangan dan bentuk bahagian tubuh badan mereka yang wajib dilindungi

TUDUNG TETAPI KAIN BELAH



 Kononnya memakai kain, tetapi lelaki boleh melihat betis mereka yang putih melepak apabila mereka berjalan berlenggang-lenggok. Apa gunanya bertudung ?

Nasihat: Sebab itulah Islam suruh wanita pakai kain lapang yang labuh menutup keseluruhan kaki mereka.



TUDUNG TETAPI BAJU SENDAT

 


T-shirt yang dipakai mereka sangat sendat hingga mengikut bentuk pinggang dan dada mereka. Bentuk payudara mereka pun boleh nampak jelas. Apa gunanya bertudung ?









Nasihat: Sebab itulah Islam suruh wanita pakai baju yang lapang dan longgar supaya bentuk pinggang dan payudara mereka tidak kelihatan jelas.



TUDUNG TETAPI BAJU KURUNG/ KEBAYA JARANG

 

Pakai baju kurung yang jarang di luar, kemudian pakai anak baju@singlet yang seksi di dalam. Lengan dan bahagian atas dada mereka boleh nampak. Di majlis kenduri kahwin dan hari raya, ramai wanita Islam pakai sebegini. Apa gunanya bertudung ?

Nasihat: Sebab itulah Islam suruh wanita memakai pakaian yang diperbuat daripada fabrik yang lebih tebal supaya tidak tembus dalam.



TUDUNG + BAJU KURUNG / KEBAYA KETAT

   

Mereka tempah dan pakai baju kurung atau kebaya sealak-alak badan, betul-betul just nice mengikut saiz bentuk badan mereka. Tidak longgar sedikit pun. Bila berjalan dan duduk boleh nampak bentuk betis, peha, punggung, dada, coli dan seluar dalam mereka akibat terlalu sendat. Fenomena ini banyak dilihat di majlis-majlis kenduri kahwin dan hari raya kita. Apa gunanya bertudung ?

Nasihat: Sebab itulah Islam suruh wanita memakai baju, kain dan seluar yang lapang dan longgar supaya lebih mudah bergerak, di samping memelihara maruah.

TUDUNG TETAPI BAJU SENDAT + SINGKAT

Sudahlah pakai T-shirt yang sendat, singkat dan pendek pula tu. Hanya di atas paras punggung mereka. Bila berjalan dan berdiri boleh nampak bentuk bulat punggung mereka. Apa gunanya bertudung ?



Nasihat: Sebab itulah Islam suruh wanita melabuhkan baju mereka sehingga bawah paras punggung supaya dapat melindungi bentuk punggung mereka dari dilihat jelas oleh lelaki.












TUDUNG TETAPI PAKAI LEGGING

 Ini adalah kontras paling BENGONG zaman kini. Tudung pakai, kononnya mahu menutup aurat. Kadangkala baju pun sudah tutup aurat. Satu masalah besarnya ialah mereka pakai LEGGING pula di bawah. Bila sudah pakai LEGGING, maka lelaki akan nampak jelas bentuk betis dan peha mereka kerana LEGGING itu sangat ketat. Kalau pakai baju singkat, boleh nampak alur seluar dalam mereka. Kalau fabrik legging itu nipis sangat, boleh nampak warna kulit peha mereka. Aduhai....apa gunanya bertudung ?

Nasihat: Sebab itulah Islam suruh wanita pakai kain atau seluar yang lapang dan longgar untuk melindungi bentuk betis, peha dan punggung mereka apabila di luar.


TIDAK SALAH BERFESYEN, TETAPI JAUHKAN DIRI DARI PAKAIAN YANG JARANG,SENDAT, SINGKAT DAN KETAT.
APAKAH PAKAIAN YANG MEMBEZAKAN SEORANG WANITA YANG DIPANDANG DENGAN RASA HORMAT DAN SEORANG WANITA YANG DIPANDANG DENGAN PENUH NAFSU SERAKAH ? MANA SATU PILIHAN ANDA ?  
RENUNG2KAN &  SELAMAT BERAMAL K!!!
Posted by ♥ pE@NuT ArshAViN


Dunia hanya sekadar tempat persinggahan.

"Dialah yang telah mentakdirkan adanya mati dan hidup (kamu) - untuk menguji dan menzahirkan keadaan kamu: Siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya; dan Dia Maha Kuasa (membalas amal kamu), lagi Maha Pengampun, (bagi orang-orang yang bertaubat)”[Quran Surah Al Mulk (67) : 2].
Seorang demi seorang perkhabaran mengenai jemputan Ilahi diterima. Setiap kali kata-kata “sudah pergi,” menjadi istilah keadaan seseorang itu kembali ke Kasih Sayang Allah, dan mengesankan jiwa. Maka meruntunlah hati bermuhasabah dan saat itu juga, kata Innalillah dibalas.
Baru 2 hari yang lalu, bersamaan 16 Mei, satu perkhabaran sedemikian ana terima dari bonda di ketika menghubunginya. Sedikit tersentak.
Seakan sebegini, khabar yang diberi mak:
“Makdang Malah, sudah kembali kerahmatullah. Mak ada di SJ sekarang ni. Datang ya.”
“Innalillahi wainnailaihi Rojiun. Insya’allah mak. Terima kasih memaklumkan,” balaku berintonasi sayu.
Lantas kukhabarkan kepada kanda. Dan sepilah bicara kami beberapa ketika.
***
“di mana jua kamu berada, maut akan mendapatkan kamu (bila sampai ajal), sekalipun kamu berada dalam benteng-benteng yang tinggi lagi kukuh....”.
[Quran Surah An Nisaa' (4) : 78].
Begitulah, satu persatu saudara-saudara kita telah mendapat undangan Illahi untuk berehat.

Persoalan jelasnya, bagi kita yang masih diberi “kepercayaan” oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk terus menikmati hidup, sudah dan telahkah, kita persiapkan bekalan pada diri untuk dipersembahkan kepada Rabbul Izzati?
Sungguh pun demikian, apabila melihat bagaimana kematian meragut nyawa manusia yang hidup, terutama orang paling dekat dan dicintai, seseorang itu semakin terdorong untuk mengetahui hakikatnya, atau paling tidak ketika itu terlintas dalam benaknya suatu hari nanti mereka juga akan merasai kematian.
Dalam mengingati kematian, Al Ghazali membahagikan manusia kepada tiga tingkatan iaitu:

i. Al Munhamik, iaitu orang yang tenggelam dalam tipu daya dan hawa nafsu dunia. Ia tidak ingat kematian dan enggan untuk diingatkan mengenai kematian. Jika diingatkan pula, akan menjauhkannya daripada Tuhan. Orang seperti ini kurang mempersiapkan bekal untuk menghadapi kematian bahkan hidup mereka terus bergelumang dosa dan maksiat.

ii. At Taib, iaitu orang yang selalu bertaubat memohon keampunan daripada Allah. Ia banyak mengingati kematian yang mendorongnya beramal dan mempersiapkan bekalan di akhirat. Kalaulah tidak menyukai kematian tidak lain kerana mereka khuatir bekalan yang dipersiapkan belum cukup hingga dalam keadaan demikian takut menghadap Allah.

iii. Al ‘Arif, iaitu orang yang mengetahui kedudukan dirinya di hadapan Allah. Ia sentiasa mengingati kematian bahkan selalu menanti saat kematian kerana baginya kematian adalah detik pertemuan dengan Allah, Zat yang selama ini dicintai selain memiliki persiapan untuk menghadapi kematian.
***
Masih ana ingat di saat malam ziarah di rumah itu, berpeluang diri ini mengucup jenazah wajah indah senyum yang terbaring mengadap kiblat itu, hati ini tersentap!
Ya, tersentap rasa. Bagaimanakah nasib diri, dan husnul khotimah juga didoakan. Moga almarhumah berbahagia di atas kerehatan itu sambil menanti waktu hari dibangkitkan kembali, sebagaimana talkin yang dibacakan Pak Imam, setelah disemadikan. Ya, masih jelas bacaan-bacaan menusuk ketika di tanah perkuburan tempoh hari.
Maka bersoal jawab dengan Malaikat pun berlangsung.
“Ya Allah, lapang dan permudahkanlah saudara-saudara kami yang telah mendahului melalui ujian-ujian kubur. Ya Allah, berbelas ihsanlah kepada kami dan mereka di atas kebaikan-kebaikan yang pernah dan telah dilakukan. Sampaikanlah pahala berbuat baik kami buat saudara-saudara kami. Amin Ya Rabbal `Alamin.”
***
Senantiasalah kita memuhasabahkan diri
Dunia adalah jambatan untuk menuju akhirat. Kehidupan di dunia ini adalah merupakan ujian bagi manusia untuk Allah Subhanahu Wa Taala menilai siapakah yang paling baik amalannya. Firman Allah Subhanahu Wa Taala:
Dialah yang telah mentakdirkan adanya mati dan hidup (kamu) - untuk menguji dan menzahirkan keadaan kamu: Siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya; dan Dia Maha Kuasa (membalas amal kamu), lagi Maha Pengampun, (bagi orang-orang yang bertaubat)”[Quran Surah Al Mulk (67) : 2].
Beruntung dan berbahagialah seseorang itu apabila semasa hidupnya dia beroleh keredhaan Allah Subhanahu Wa Taala dan celakalah bagi yang sebaliknya.
Ketahuilah bahawa keredhaan itu hanya akan dapat dicapai apabila manusia melaksanakan seluruh kewajiban yang telah diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wa Taala dan sebaliknya akan mengundang kemurkaan Allah apabila memaksiati perintahNya.
Kehebatan makhluk yang bernama manusia bukanlah terletak pada gelaran yang disandangnya semasa hidupnya di dunia ini tetapi pada iman dan amal yang dilakukannya semasa di dunia. Jika seseorang itu bergelar pemimpin maka kelak ia akan dipersoalkan oleh Allah Subhanahu Wa Taala akan amanah yang dipikulnya semasa di dunia.
Sunnatullah telah mengungkapkan kepada kita bahawa betapa hebat pun seseorang itu di atas dunia ini, besar mana sekalipun kekuasaannya, lama manapun masa pemerintahannya, kedatangan ajal itu adalah suatu ketentuan yang tidak akan dapat ditolak sama sekali.
Riwayat dari Ar-Tirmizi dan Muslim dari Amru bin Maimun r.a bahawa pada suatu hari Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam telah menyampaikan satu pelajaran kepada seorang lelaki dengan sabdanya yang bermaksud:
Rebutlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara yang lain, iaitu masa muda mu sebelum datangnya hari tua, masa sihat mu sebelum datang masa sakit, masa kaya mu sebelum miskin, masa lapang mu sebelum datangnya waktu sibuk dan masa hidup mu sebelum datang saat kematian.”
Saudara-saudara seagamaku,
Bersamalah kita saling ingat mengingati bahawa Malaikat Izrail (Malaikat Maut) senantiasa mengintai-intai kita.
Marilah bersama kita persiapkan bekalan untuk menyambutnya dengan kepuasan dan kebahagiaan.
Moga kita senantiasa berkesempatan memperbaiki dan membersihkan diri:
Ya Allah... berikanlah aku kekuatan
Aku sungguh-sungguh lemah...
Aku sungguh-sungguh hina... Aku sungguh-sungguh dangkal..
Aku sungguh-sungguh dhoif...
Aku sungguh-sungguh kerdil...
Ya Allah...Ya Rahman...Ya Rahim...
Engkaulah saja matlamatku...
Hidupku, ibadatku, amalanku serta matiku hanyalah untukMu...
Aku benar-benar bermohon kepadaMu...
Hidupkanku dalam Islam
Matikanlah aku dalam nikmat Iman dan Islam
Kiranya Engkau matikan aku...
Kurniakanlah aku sebuah kematian yang Husnul Khatimah
Ya Allah... Aku mohon dengan segala nama-namaMu yang teramat mulia
Ya Allah, perkenankanlah.